Arsip Penulis

Spesies Serangga Terbesar

Posted: Mei 8, 2012 in Hewan Unik

Serangga (disebut pula Insecta, dibaca “insekta”) adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”).

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Kita tahu bahwa ukuran serangga relatif kecil, lalu seperti apakah 10 serangga terbesar di dunia? Berikut ini 7 serangga terbesar di dunia.

  1. Titan Beetle

    Hutan hujan Amazon adalah rumah bagi banyak kumbang yang besar, salah satu yang terbesar adalah kumbang titan, Titanus giganteus.
    Serangga raksasa ini memiliki rahang yang dapat mematahkan pensil, dan dilaporkan mereka dapat merobek daging manusia. Seperti banyak kumbang, kumbang titan dapat memancarkan suara mendesis keras ketika terancam.
  2. Giant Stick Insects

    Serangga besar lainnya adalah Giant stick insects, yang mampu menyembunyikan diri dari pemangsa diantara cabang, ranting dan dedaunan. Giant stick insects dari Asia Tenggara adalah yang terpanjang, dapat tumbuh sekitar 2 kaki panjangnya.
    Beberapa spesies dapat menghasilkan zat semprot berbau menyengat, tetapi kebanyakan tidak berbahaya dan sering disimpan sebagai binatang peliharaan.
  3. Giant Weta

    Terdapat di Selandia Baru, wetas raksasa adalah serangga besar yang terkait dengan jangkrik. Wetas raksasa terbesar dapat mencapai berat lebih dari 70 gram (sekitar 2,5 ons). Mereka dapat berbobot lebih dari burung gereja. Dengan ukuran tubuh sepanjang sekitar 4 inci tidak termasuk kaki dan antena.
  4. Goliath Beetle

    Berdasarkan berat dan besarnya, kumbang goliath adalah termasuk serangga terbesar. Berasal dari Afrika, yang jantan bisa tumbuh lebih dari 4 inci, dan berat 100 gram (3,5 ons) pada tahap larva mereka. Meskipun mereka vegetarian di alam bebas, mereka sering makan makanan anjing dan kucing.
  5. Atlas Moth

    Biasa ditemukan di kepulauan Melayu, serangga ini besarnya seperti seekor burung. Mereka begitu besar sehingga kepompong mereka kadang-kadang digunakan sebagai dompet di Taiwan.
    Luas total sayap mereka dapat mencapai 60 inci persegi dan lebarnya setidaknya 1 kaki .Ulat Atlas dapat lebih dari satu inci tebalnya.
  6. Tarantula Hawk

    Tawon besar ini sangat besar dan ganas, mereka mampu berburu dan makan tarantula. Terdapat kait di kaki mereka yang mereka gunakan untuk mendapatkan korban mereka, dan penyengat mereka (yang panjangnya sepertiga inci) dinilai sebagai salah satu yang paling menyakitkan di dunia.Untungnya, sebagian besar jinak kecuali diganggu.
  7. Giant Burrowing Cockroach

    Juga disebut kecoa badak, serangga ini adalah kecoa terberat di dunia. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka adalah hewan peliharaan yang baik. Ditemukan di Australia, serangga ini dapat hidup selama 10 tahun dan dapat tumbuh lebih dari 3 inci panjangnya.

Hewah Terunik Di Dunia

Posted: Mei 8, 2012 in Hewan Unik
  1. Kuda Ekor Terpajang

    Summer Breeze adalah seekor kuda betina berusia 11 tahun yang memiliki ekor terpanjang sedunia sehingga mencatatkan sejarah dan masuk dalam Guinness Book of Records. Panjang ekornya Summer adalah 12 kaki 6 inci atau sekitar 3,81 meter dan katanya sih setiap helai rambut ekot Summer memiliki teksture seperti layaknya tali pancing. Dia ratu kecil kami dan dia juga tahu itu, jelas Miss Crystal lewat dailymail.co.uk. Meski terlahir normal dengan rambut ekor yang juga normal, namun ketika Summer semakin besar, ekornya juga ikutan tumbuh memanjang. Saking panjangnya, pemiliknya, Crystal Socha dan Casey, saudaranya menghabiskan waktu sekitar 3 jam untuk mencuci ekor si Summer setiap 2 bulannya. Juga, karena ekornya yang panjang itu, pemiliknya gak menginjinkan Summer sering bebas berada di luar arena dan seringnya mengucir ekor Summer. Jika dia berada di luar dan ekornya melambai-lambai, maka aku tahu kenapa ekornya berharga,ujar Crystal lagi. Selain memiliki ekor terpanjang, Summer yang tinggal di Hoof Print Farm di Augusta, Kansas ternyata juga memiliki surai yang luar biasa. Saking luar biasanya, setiap kali waktu makan, surai Summer harus dirapikan dulu agar surainya gak ikutan terkunyah. Summer Breeze menjadi terkenal saat tampil di arena dan mempertunjukkan ekornya yang paling panjang itu dalam acara tahunan EquFest yang diadakan di Kolesium Kansas di Wichita.
  2. Kepiting Raksasa

    Dengan kaki-kakinya yang panjang dan cakar yang mematikan, kepiting raksasa ini bisa dipastikan adalah kepiting terbesar yang pernah dilihat orang di muka bumi ini.Tapi itu belum seberapa. Yang lebih mencengangkan lagi, kepiting yang mempunyai panjang lebih dari 3 meter dari satu cakar ke cakar lain – ternyata masih bisa terus berkembang sampai dengan panjang 4 meter dan bisa hidup sampai umur 100 tahun!Kepiting ini, yang disebut Macrocheira kaempferi dalam bahasa Latin, ditangkap oleh para nelayan di perairan Samudera Pasifik sebelah barat Jepang dan sekarang sudah diterbangkan ke Inggris dimana ia akan dipertunjukkan di National Sea Life Centre, Birmingham.

    Di darat, kepiting raksasa ini tampak lemas dan lesu karena kaki-kakinya tidak dapat menopang tubuhnya yang berat. Namun jika berada dalam habitatnya sendiri – hingga kedalaman 762 meter di bawah permukaan laut – kepiting ini adalah pemangsa yang sangat mematikan.

    Namun dia juga memiliki predatornya sendiri, yaitu manusia, seperti jenis-jenis seafood lainnya yang nasibnya dianggap lezat di Jepang.

    Sekarang dia terkenal dengan julukan Crabzilla.

  3. Kambing Paling Mahal
    Seekor domba asal Skotlandia laku dengan harga 231 ribu poundsterling atau lebih dari Rp 3,8 miliar di sebuah acara lelang ternak Skotlandia. Harga tersebut memecahkan rekor sebagai harga domba paling mahal di dunia.
    Pemilik lama domba ini Graham Morrison tidak menyangka domba itu bisa mencapai harga begitu tinggi. Sedangkan Jimmy Douglas pemilik baru domba ini mengagumi sang domba memiliki tubuh yang bagus dan daging pinggang yang kuat. Setelah membeli domba tersebut, Douglas berencana untuk mengembangbiakkannya.
  4. Lobster 2 Warna


    Alan Robinson, nelayan asal Maine, Amerika Serikat, pada 2006 tanpa sengaja telah menangkap seekor lobster dengan dua warna pada tubuhnya, tepat terbagi kiri dan kanan. “Aku sebelumnya mengira bahwa seseorang sedang mengerjaiku !!”, kata Robinson
    Wajar saja dia mengira begitu, karena lobster dua warna ini tampak seolah-olah “setengah matang”. Sisi yang satu berwarna biru tua, seperti umumnya warna lobster. Sedangkan sisi yang lain tampak berwarna oranye, seperti warna lobster habis dimasak…!!!
    Petugas dari Mount Desert Oceanarium, tempat dimana Alan Robinson menyumbangkan lobster tangkapannya ini, menyatakan bahwa lobster unik ini hanya ada satu dari 50-100 juta kemungkinan.
    Tetapi dua tahun kemudian, tepatnya pada 2008, lobster unik dan langka ini juga ditemukan oleh Edward Pothier dari Digby County, Kanada. Lokasi keduanya memang berdekatan, di perbatasan Kanada dengan Amerika Serikat.
  5. Kelinci Raksasa


    ini bukan rekayasa gambar dengan Photoshop atau tool semacamnya. Bila di bandingkan dengan tubuh kelinci biasa bisa mencapai 4 kali lipatnya lho. Lalu efeknya apa? ya tentu dong binatang ini semakin gemesin alias lucu buanget gitu loh!!!
    Kelinci raksasa ini bernama Benny (apa ini mirip nama anda??), pemiliknya adalah Martin dan Heather Sharon. Mereka adalah pasangan yang tinggal di Inggris. Mas bintang berapa sih ukuran dari kelinci lucu ini!! Menurut Guinness World Records, Kelinci memiliki panjang hingga mencapai ± 81,5 cm (2,6 ft).
  6. Ikan Kembar Siam Dempet Perut


    Percaya atau tidak: ikan2 ini benar-benar kembar siam!
    Ikan jenis air tawar ini biasa ditemukan di sungai-sungai tropis atau danau-danau, tapi ikan yg satu ini hidup di satu aukarium di Bangkok, Thailand.
    Aslinya ikan ini berasal dari perairan Afrika dan berimigrasi ke Cape Horn. Lalu masuk ke sistem irigasi sehingga bisa menghambat pertumbuhan algae yg mulai menjadi hama yg mengganggu
    Si kembar ini benar-benar kompak sehidup semati. Ikan yg lebih besar di atas bahkan terlihat ikut membantu sodara di bawahnya waktu sodatanya ini mencari makan.
    The Arkansas Game & Fish Commission mengemukakan kejadian binatang kembar siam dapat terjadi sekali pada satu juta kelahiran. Tapi biasanya mereka mati sebelum sempat ditemukan.
  7. Cumis Selalu Tersenyum


    Di dunia ini memang aneh-aneh, koran Inggris “Daily Mail” melaporkan seekor cumi-cumi yang tersenyum dan lucu.
    Menurut laporan, ilmuwan di Cabrillo Aquarium Southern California baru-baru ini menemukan sebuah cumi-cumi kecil, tampak seperti kartun babi dengan tubuh yang gemuk. Yang fantastis adalah cumi-cumi kecil ini mempunyai wajah yang tersenyum, sangat lucu.
    Nama ilmiah cumi-cumi kecil yang gembira ini adalah helicocranchia pfefferi, ia ditangkap oleh sebuah perahu nelayan laut dalam di dalam air Lautan Pasifik antara Los Angeles dan Catalina Island. “Cumi-cumi wajah tersenyum” ini besarnya seperti sebuah alpukat, ditemukan di dalam air dengan kedalaman 100 meter. Cumi-cumi tersebut senang mengisi tubuhnya dengan air, di belakang kedua matanya terdapat organ yang menghasilkan cahaya.
  8. Hewan Evolusioner Dunia


    Selain dapat tidur dalam tanah bertahun-tahun tanpa air dan makanan, katak bawah tanah asal Meksiko ini memiliki keunikan lain. Program konservasi global bernama EDGE of Existence mengklasifikasikan hewan ini sebagai hewan evolusioner dunia. Pasalnya, hewan ini hampir tidak memiliki hubungan kemiripan genetik dengan makhluk hidup apa pun di dunia.

  9. Hewan Platypus


    Hewan bernama platypus ini memiliki beberapa keunikan seperti memiliki moncong bebek, kaki berselaput, dan bertelur seperti reptil. Satu keanehan yang mungkin belum banyak orang tahu adalah platypus jantan dapat menyalurkan racun dari sejumlah bagian di tungkai kakinya.

  10. Raja Heriang


    Burung Heriang biasanya terlihat sebagai burung yang hitam, jelek dan membosankan. Namun, Raja Heriang adalah hewan yang berwarna-warni.Tubuhnya berwarna putih di bagian atas dan putih di bagian bawah, sementara kepalanya ditutupi berbagai warna mulai dari merah, oranye dan kuning sampai biru dan ungu. Ia juga punya pial di kepalanya. Heriang tidak punya pangkal tenggorokan tetapi mereka masih bisa mengeluarkan suara keras. Menurut mitologi Smuku Maya, burung ini merupakan penyampai pesan dari Tuhan.

1. Elang Bondol


Kita yang tinggal di Jakarta dan sudah pernah naik bis TransJakarta, mungkin melihat gambar burung di badan bis ? Gambar burung Transjakarta itu adalah gambar Elang Bondol, burung yang menjadi maskot Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Elang Bondol bernama latin Haliastur Indus, berbadan sedang sekitar 45 cm, berwarna putih dan coklat pirang, dan bisa terbang sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut. Elang bondol sebenarnya adalah burung migran atau burung yang terbang melintasi benua dan lautan. Mereka bisa berada di Australia, India, Cina Selatan, dan Filipina. Tetapi Jakarta menjadi tempat persinggahan tetap bagi elang Bondol. Burung-burung ini ada di Cagar Alam laut di Pulau Rambut, Kepulauan Seribu. Sayangnya Elang Bondol makin lama populasinya semakin berkurang.

2. Kuau Raja

Kuau Raja suaranya seperti meledak-ledak dengan bunyi ” Ku.. wau.” Karena itulah disebut burung Kuau raja. Mereka tersebar di Sumatra dan Kalimantan, dan menjadi maskot propinsi Sumatra Barat. Meski Kuau Raja yang jantan bisa memamerkan bulu sayapnya dan ekornya seperti kipas yang indah di depan betina, burung ini bukanlah murung Merak. Mereka terbang dalam jarak pendek, tetapi kemampuan berlarinya sangat cepat. Sayangnya, jumlah Kuau Raja semakin sedikit karena lahan hutan semakin berkurang.

3. Kepodang Emas

Burung Kepodang menyebarnya dari India ke Asia Tenggara termasuk ke Indonesia dan Filipina. Di Indonesia ada di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Di Jawa dan Bali disebutnya burung kepodan emas. Burung ini menjadi maskot propinsi Jawa Tengah. Sebagai burung yang cantik dan dan pesolek, bulu kepodang sangat indah dan berwarna keemasan, dan rapi dalam membuat sarangnya. Kicauannya pun merdu.

4. Nuri Raja ambon

Burung ini disebut juga Nuri Raja saja. Nama latinnya Alisterus amboinensis. Bulunya berwarna indah, dengan kepala dan tubuh bagian bawah berwarna merah. Nuri Raja Ambon menjadi burung khas dari Maluku. Panjang tubuhnya sekitar 35 cm, dan ekornya panjang.

5. Serindit Melayu

Burung ini terbilang mungil dengan panjang sekitar 12 cm, bulunya berwarna hijau dan ada warna merah pada ekornya. Pada kepala Serindit jantan terdapat seperti bercak berwarna biru, dan di tenggorokannya berwarna merah. Burung betina lebih kusam dibanding yang jantan. Burung bernama latin Loriculus Galgulus ini tersebar di negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tetapi burung Serindit Melayu menjadi maskot propinsi Riau. Kebiasaan burung Serindit Melayu, lebih aktif memanjat dan berjalan daripada terbang. Kalau sedang istirahat, mereka suka menggantungkan badannya ke bawah dengan menjepit paruhnya di pohon.

6. Perkutut

Burung Perkutut masih bersaudara dengan burung Tekukur, burung Puter, dan burung Merpati. Perkutut berukuran kecil, berwarna abu-abu. Suaranya yang indah dan bagus, membuat perkutut disukai banyak orang. Sejak zaman dulu burung perkutut sudah dikenal masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa. Perkutut menjadi maskot propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Burung perkutut hidup berkelompok di daerah yang banyak rerumputan. Mereka senang makan biji-bijian yang berasal dari rerumputan seperti jewawut, gabah kecil, dan biji-bijian lainnya.

7. Jalak Bali

Sesuai dengan namanya, burung ini menjadi maskot propinsi Bali. Ukuran badannya sedang, panjang sekitar 25 cm. Bulunya putih kecuali pada ujung ekor dan sayapnya berwarna hitam. Jalak Bali termasuk hewan langka dan dilindungi karena jumlahnya semakin sedikit dan terancam punah. Burung ini hanya ada di bagian barat Pulau Bali. Penampilan burung Jalak Bali memang menarik, sehingga banyak orang yang ingin memeliharanya. Jambul di kepalanya begitu indah. Matanya berwarna coklat tua dan kelopaknya berwarna biru tua. Mereka berkembang biak di musim hujan, antara bulan November sampai bulan Mei.

8. Beo Nias


Sesuai dengan namanya, burung beo ini berasal dari Nias. Beo Nias menjadi maskot propinsi Sumatra Utara. Ukuran badannya sedang, dengan panjang badan 40 cm. Paruhnya runcing berwarna kuning-orange. Bulu-bulunya hitam pekat, di sayapnya berbulu putih. Kakinya kuning, dan jari-jarinya berjumlah empat. Beo Nias termasuk hewan langka yang dilindungi. Dia bersuara nyaring dan pintar menirukan berbagai suara. Burung betinanya cuma bertelur dua sampai tiga butir sekali bertelur. Sedikit sekali ya ? Apalagi tidak semua telur menetas. Habitatnya ada di hutan-hutan yang dekat dengan perkampungan penduduk. Populasinya makin sedikit, meski masih ada di Pulau Nias, Pulau Babi, Pulau Tuangku, Pulau Simo, dan Pulau Bangkaru.

9. Burung Cendrawasih

Burung-burung Cendrawasih banyak terdapat di wilayah Timur Indonesia, seperti di Papua dan Australia timur. Cendrawasih banyak macamnya, dan semuanya tergolong burung langka yang elok. Cendrawasih merah adalah burung yang menjadi maskot Papua Barat, hanya ada di Pulau Waigeo, dan Batanta di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.


Gempa bumi merupakan gejala alam yang sulit diprediksi kapan datangnya. Bahkan dengan alat secanggih apapun, ilmuwan dimanapun membantah jika ada Informasi yang mengatakan gempa terjadi pada waktu yang tepat.

Akhirnya, belakangan para ilmuwan di China menggunakan cara lain untuk mengetahui kapan gempa itu akan tiba, yakni mempelajari tingkah laku hewan seperti, burung merak, katak, ular, kura-kura, rusa, dan tupai.

Baru-baru ini, seorang peneliti di Sumatera Barat berhasil membuat terobosan baru dalam mendeteksi gejala awal gempa bumi, yang juga menggunakan prilaku binatang, yakni melalui ‘burung kuau’ yang hidup di hutan-hutan belantara.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Bencana Sumbar Ade Edwar mengatakan, meskipun belum ada penelitian tentang hewan yang mampu mendeteksi gempa, namun ‘burung Kuau’ diyakini memiliki insting, mengetahui kapan gempa terjadi.

Burung yang tergabung dalam jenis Argusianus dikabarkan mampu menditeksi gempa besar akan terjadi satu hingga dua hari sebelum terjadi gempa.

Sementera seperti yang dilansir dari, Wikipedia setidaknya ada dua jenis unggas ini yang hidup di wilayah nusantara: Kuau Raja (Argusianus argus) dan Kuau Bergaris ganda (Argusianus bipunctatus).

Kuau bergaris ganda sudah dinyatakan IUCN dalam daftar hewan yang telah punah, sedangkan Kuau Raja berstatus hewan yang dilindungi.

Di Sumatera Barat, burung Kuau lebih akrab disebut dengan Ruwai. Spesies ini hanya ditemukan di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Malaysia.

Menurut Ade, kemampuan Kuau untuk menditeksi gempa besar terjadi bisa dilakukan kajian ilmiah tentang itu karena secara teori, selalu terjadi gempa pendahuluan sebelum terjadi gempa besar. “Secara geologi, gempa kecil akan terjadi pada saat sehari atau dua hari sebelum gempa besar terjadi,” kata Ade.

Dengan insting yang dimiliki burung Kuau, ia meyakini, hal itu bisa diuji lebih jauh. Menurut sejumlah informasi, burung ini memiliki tubuh yang besar.

Panjang tubuhnya bisa mencapai 120 cm dengan bobot sekita 11,5 kg. Dengan kondisi pisik yang besar tersebut, Kuau sering dijuluki dengan Argus yang besar.

Sejumlah kelompok pencinta alam di Sumbar mengaku pernah melihat burung raksasa tersebut di kedalaman hutan di kawasan Bukit Barisan. Ukuran dan bentuk bulunya tidak jauh berbeda dengan burung Merak.

Saat ini, sesuai dengan SK Menteri No. 421 Tahun 1970, burung Kuau atau Ruwai menjadi hewan yang dilindungi dan keberadaannya terkesan sulit diditeksi. “Bisa saja Kuau memiliki kemampuan untuk menditeksi gempa dengan suara gemuruh yang dimunculkannya, hanya saja spesiesnya saat ini sulit ditemukan,” kata Ade.

Dengan bunyi burung ini yang mampu menjangkau hingga kejauhan 1 km, tak ada salahnya jika Kuau difungsikan sebagai early warning system. Bunyi burung ini menyerupai namanya sehingga unggas besar ini dinamai Kuau.

Jika ilmu pengetahuan bisa membuktikan kebenaran tersebut, tentunya keberadaan burung Kuau sangat dibutuhkan di zona merah rawan gempa nusantara.

Sebelum gempa besar terjadi tiga pekan lalu, ia mengaku, tetangganya yang memelihara burung tersebut sempat panik dengan tingkah laku burung Kuau.

“Burung ini gelisah dan menimbulkan suara-suara menandakan ketakutannya,” kata Ade. Sayangnya, gempa 7,9 SR juga menewaskan burung yang diyakini mampu mendeteksi gempa, karena tertimpa bangunan rumah pemiliknya yang roboh.

Jenis dan Gambar Kupu-kupu Langka dan Dilindungi di Indonesia
sejumlah 20 spesies Kupu-kupu. Jumlah jenis kupu yang dilindungi ini sebenarnya sangat sedikit dibandingkan jumlah spesies Kupu-kupu di Indonesia yang mencapai 2.500-an jenis. Daftar 20 jenis dan gambar kupu-kupu yang dilindungi dan langka di Indonesia ini hanya secuil dari keragaman jenis kupu di Indonesia.

Indonesia memang negara dengan keanekaragaman kupu-kupu tertinggi kedua di dunia. Dari sekitar 20.000 jenis kupu-kupu di dunia, Indonesia memiliki sekitar 2.500 jenis, terpaut sedikit dengan Brazil yang memiliki 3.000 jenis kupu-kupu.

Aneka jenis Kupu-kupu tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Meskipun beberapa jenis diantaranya merupakan jenis endemik yang hanya bisa ditemukan di daerah tertentu saja. Sulawesi menjadi salah satu daerah dengan keanekaragaman jenis kupu-kupu terkaya di Indonesia sehingga dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly (Kerajaan Kupu-kupu). Khususnya di kabupaten Maros dengan empat lokasi kawasan konservasi yang mempunyai ratusan jenis kupu-kupu, yaitu Taman Wisata Alam Gua Pattunuang, Taman Wisata Alam Bantimurung, Cagar Alam Bantimurung, dan Cagar Alam Karaenta.

Jenis dan Gambar.
Berikut ini ada 20 jenis kupu-kupu langka dan dilindungi di Indonesia lengkap dengan gambar (foto) dan diskripsi singkat.

  • Cethosia myrina (Kupu-kupu Bidadari atau Kupu-kupu Sayap Renda)EndemikSulawesi.

    Cethosia myrina
  • Ornithoptera chimaera (Kupu Sayap Burung Peri atau Chimaera Birdwing). Status konservasi IUCN RedlistNear Threatened. Ditemukan di Papua (Indonesia dan Papua Nugini).
    Ornithoptera chimaera
  • Ornithoptera goliath (Kupu sayap burung goliat). Ditemukan di Indonesia bagian timur.
    Ornithoptera goliath
  • Ornithoptera paradisea (Kupu Sayap Burung Surga atau Butterfly of Paradise). Ditemukan di Papua (Indonesia dan Papua Nugini). Status konservasi IUCN Redlist:Least Concern.
    Kupu Ornithoptera paradisea
  • Ornithoptera priamus (Kupu Sayap Priamus). Ditemukan di Maluku, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Australia.
    Gambar Ornithoptera priamus
  • Ornithoptera rothschildi (Kupu Burung Rotsil atau Rothschild’s Birdwing). Ditemukan di Papua, Indonesia. Status Konservasi: Vulnerable.
    Ornithoptera rothschildi
  • Ornithoptera tithonus (Kupu Burung Titon atau Tithonus Birdwing). Ditemukan di Indonesia. Status Konservasi: Data Deficient.
    Ornithoptera tithonus
  • Trogonoptera brookiana (Kupu Trogon atau Rajah Brooke’s Birdwing). Di Kalimantan, Natuna, Semenanjung Malaya, dan pulau-pulau sekitar Sumatera. Terdaftar sebagai CITES Apendiks II.

    Trogonoptera brookiana

  • Troides amphrysus (Kupu-kupu Raja atau Golden Birdwing). Terdapat di Malaysia, Sumatera, dan Jawa.

    Troides amphrysus

  • Troides andromache (Kupu-kupu Raja atau Borneo birdwing). Terdapat di Indonesia dan Malaysia. Status Konservasi: Near Threatened.
    Troides andromache
  • Troides criton (Kupu-kupu Raja atau Criton Birdwing). Endemik Pulau Morotai, Halmahera, Bacan, Ternate dan Obi (Indonesia).
    Kupu-kupu Troides criton
  • Troides haliphron (Kupu-kupu Raja). Terdapat di pulau Sulawesi, Sumbawa, Wetar, dan Selayar (Indonesia).

    Kupu-kupu Troides haliphron

  • Troides helena (Kupu-kupu Raja atau Common Birdwing). Ditemukan di India, Malaysia, kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, China, dan Indonesia (Sumatra, Nias, Jawa, Bawean, Kangean, Bali, Lombok, Sumbawa, Sulawesi, dan Kalimantan). Terdaftar dalam CITES Apendiks II.

    Kupu-kupu Troides helena

  • Troides hypolitus (Kupu-kupu Raja atau Rippon’s Birdwing). Endemik Maluku dan Sulawesi, Indonesia.

    Kupu-kupu Troides hypolitus

  • Troides meoris (Kupu-kupu Raja).
  • Troides miranda (Kupu-kupu Raja atau Miranda Birdwing). Endemik Sumatera dan Kalimantan.

    Kupu-kupu troides miranda

  • Troides plato (Kupu-kupu Raja). Endemik pulau Timor.

    Kupu-kupu Troides plato

  • Troides rhadamantus (Kupu-kupu Raja). Filipina dan Sulawesi.

    Kupu-kupu Troides rhadamantus

  • Troides riedeli (Kupu-kupu Raja). Endemik pulau Tanibar.

    Kupu-kupu Troides riedeli

  • Troides vandepolli (Kupu-kupu Raja). Kupu endemik Jawa dan Sumatera, Indonesia.

    Kupu-kupu Troides vandepolli

Kupu-kupu selalu indah dan menawan, baik rupa maupun gerakannya. Dan dari gambar (foto) jenis-jenis kupu tersebut tentunya membuat kita terpana akan kekayaan alam Indonesia. Sayangnya saya tidak bisa menemukan gambar kupu-kupu Raja spesiesTroides meoris.

Sejarah Amphibians

Posted: April 29, 2012 in Sejarah Hewan


Amfibi adalah hewan berdarah dingin yang memiliki tulang punggung dan fitur layar yang terletak antara ikan dan reptil. Mereka menghabiskan waktu baik di air dan di darat. Larva mereka (belum sepenuhnya dikembangkan keturunan) jatuh tempo dalam air dan bernafas melalui insang, seperti ikan, sementara orang dewasa menghirup udara melalui paru-paru dan kulit. Amfibi berada di kelas Amphibia, yang mencakup lebih dari 3.500 spesies. Mereka dibagi lagi menjadi tiga perintah: Anura (katak dan kodok), Urodela (salamander dan kadal air), dan Gymnophiona (caecilian, diucapkan sih-ambang-yuhns, yang nguler dalam penampilan).

Sejarah

Amfibi berevolusi dari ikan sekitar 400 juta tahun lalu, ketika jumlah tanah kering di Bumi meningkat sangat. Ikan tertentu disesuaikan dengan kondisi perubahan secara bertahap mengembangkan anggota badan merangkak dengan dan paru-paru untuk bernapas dengan. Organisme tersebut, yang mampu hidup baik di air dan di darat, kemudian disebut amfibi, nama yang berarti “kehidupan ganda.”Amfibi adalah vertebrata pertama (hewan dengan tulang punggung) untuk hidup di darat. Namun, mereka kembali ke air untuk berkembang biak. Berbagai terbesar amfibi terjadi sekitar 360-230000000 tahun lalu, ketika lingkungan terus-menerus bergantian antara kondisi basah dan kering. Banyak dari spesies yang berkembang selama periode ini tidak ada lagi. Kelompok-kelompok amfibi yang selamat hingga saat ini dapat ditelusuri kembali tidak lebih dari 200 juta tahun.

Karakteristik

Amfibi adalah hewan berdarah dingin, yang berarti mereka tidak memiliki suhu tubuh yang konstan melainkan mengambil suhu lingkungan mereka. Mereka memiliki lembab, kulit scaleless yang menyerap air dan oksigen, tetapi juga membuat mereka rentan terhadap dehidrasi (kehilangan cairan tubuh). Tanpa kondisi lembab, kulit mereka mengering dan mereka mati. Oleh karena itu, amfibi yang paling sering ditemukan di dekat kolam, rawa, rawa, dan daerah lain di mana air tawar tersedia. Beberapa amfibi menjadi tidak aktif ketika kondisi yang tidak menguntungkan untuk bertahan hidup. Periode tidak aktif disebut estivation ketika itu terjadi selama cuaca panas, kering dan hibernasi ketika itu terjadi sebagai respons terhadap suhu dingin. Kegiatan dilanjutkan bila kondisi yang menguntungkan kembali.

Kulit tipis amfibi berisi kelenjar banyak, di antaranya kelenjar racun yang melindungi spesies tertentu terhadap predator. Racun dari kelenjar dari katak berwarna cerah panah racun sangat beracun dan digunakan oleh orang Indian Amerika Selatan untuk melapisi ujung panah mereka. Beberapa amfibi melindungi diri dari musuh dengan mengubah warna untuk berbaur dengan lingkungannya.

Siklus hidup

Siklus hidup amfibi paling dimulai dalam air ketika betina meletakkan telur yang dibuahi di luar tubuhnya. Kemudian telur menetas menjadi larva, atau kecebong, yang bernapas melalui insang eksternal. Larva tumbuh ekor datar dan memberi makan pada vegetasi. Selama proses yang disebut metamorfosis, perubahan fisik terjadi dan insang eksternal memberi jalan kepada paru-paru. Para kecebong juga berubah dari hewan pemakan tumbuhan untuk pemakan daging.Amfibi biasanya mencapai dewasa penuh pada tiga sampai empat tahun.

Kata-kata untuk Tahu

Estivation: Negara tidak aktif selama, bulan panas dan kering musim panas.

Gill: Sebuah organ tubuh mampu mendapatkan oksigen dari air.

Hibernation: Negara istirahat atau tidak aktif selama bulan-bulan musim dingin.

Invertebrata: Hewan kekurangan tulang belakang.

Larva: Ternak dalam bentuk awal yang tidak menyerupai orang tua dan harus melalui metamorfosis, atau mengubah, untuk mencapai fase dewasa.

Vertebrata: Sebuah hewan memiliki tulang belakang.

Tidak semua amfibi mengikuti pola reproduksi. Beberapa salamander menjalani seluruh hidup mereka di darat, di mana mereka melahirkan sepenuhnya terbentuk muda hidup. Lainnya bertelur di tempat-tempat lembab di lantai hutan, dimana mereka menetas sebagai versi kecil dari orang dewasa. Beberapa kadal air mempertahankan insang eksternal mereka sepanjang hidup mereka. Merah berbintik kadal dari timur Amerika Utara menghabiskan tahap remaja di darat sebagai EFT merah, kembali ke air untuk mengembangkan dan hidup sebagai orang dewasa.

Tiga kelompok utama

Anurans. Katak dan kodok membentuk Anura ketertiban, kelompok terbesar yang hidup amfibi, terdiri sekitar 3.000 spesies. Anurans tidak memiliki ekor dan memiliki kaki panjang belakang yang baik disesuaikan untuk melompat dan berenang. Anurans Kebanyakan tinggal di daerah dimana ada air tawar, meskipun beberapa juga disesuaikan dengan habitat kering. Beberapa umum anurans Amerika Utara

Siklus hidup katak. (Direproduksi dengan izin dari
The Gale Grup
.)
termasuk katak, pengintip musim semi, katak Amerika, dan katak spadefoot.Katak dan kodok kodok yang berbeda dalam memiliki kaki lebih pendek dan kulit kering yang muncul berkutil dibandingkan dengan kulit halus katak. Katak berbagai ukuran, pengukuran terkecil sekitar 1 inci (2,5 cm) dan terbesar (Afrika Barat Goliat katak) berukuran lebih dari 1 kaki (sekitar 30 cm).

Kodok dan katak hidup terutama pada diet serangga dan invertebrata lain. Katak terbesar dan kodok juga makan mamalia kecil, burung, ikan, dan amfibi lainnya.

Urodeles. Para Urodela rangka berisi sekitar 250 spesies kadal air dan salamander. Urodeles berbagai ukuran dari sekitar 4 inci (sekitar 10 cm) sampai yang terbesar dari semua amfibi, salamander raksasa Jepang, yang tumbuh menjadi lebih dari 5 kaki (sekitar 1,5 meter). Urodeles memiliki ekor panjang dan kecil, kaki terbelakang. Mereka biasanya ditemukan di dalam atau dekat air dan sering berada di tanah yang lembab di bawah batu atau log. Dewasa biasanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka di darat dan memiliki pola makan yang terdiri dari serangga dan cacing.

Beberapa spesies urodeles adalah air (hidup di air), termasuk yang dari Siren genus. Ini Amerika Utara amfibi yang berbentuk seperti belut, memiliki kaki depan kecil dan tidak ada kaki belakang atau panggul. Mereka bernapas melalui insang eksternal serta paru-paru dan liang dalam lumpur di dasar rawa-rawa.

Gymnophions. Caecilian dari Gymnophiona rangka buta, amfibi tanpa kaki yang berbentuk seperti cacing. Mereka liang dalam tanah lembab di habitat tropis Afrika dan Amerika Selatan, makan pada invertebrata tanah seperti cacing.Setidaknya ada 160 spesies caecilian, mulai dari ukuran 4 inci (sekitar 10 cm) sampai 4,5 kaki (sekitar 1 meter) panjangnya, tapi yang paling jarang terlihat meskipun ukuran mereka.

Terakhir penurunan

Pada paruh terakhir abad kedua puluh, ilmuwan mencatat penurunan yang mengkhawatirkan dalam jumlah amfibi dan spesies amfibi di seluruh dunia.Mereka berteori penurunan itu karena sejumlah faktor: polusi ekosistem air tawar, perusakan habitat amfibi dengan terus menyebarkan populasi manusia, dan, mungkin, peningkatan radiasi ultraviolet akibat penipisan ozon. Amfibi yang dikenal sebagai spesies indikator, atau spesies yang kesehatannya merupakan indikator atau tanda dari kesehatan ekosistem tempat mereka hidup. Seperti penurunan jumlah mereka, begitu juga jumlah ekosistem yang sehat di seluruh dunia, yang pada gilirannya mengakibatkan hilangnya hewan lain dan spesies tanaman.

Ini adalah kisah aneh yang pasti untuk menghidupkan kembali pertanyaan filosofis usia tua ‘Apa yang datang lebih dulu: ayam atau telur? Seekor anak ayam di Sri Lanka telah lahir hidup, tanpa telur.

Acara eksentrik, yang telah dikonfirmasi oleh petugas kesehatan hewanbersertifikat di daerah tersebut, sebenarnya lebih dari misteri biologis dari yangfilosofis. Cukup sederhana, burung yang seharusnya bertelur. Bahkan, tidak ada spesies burung yang pernah ditemukan yang melahirkan hidup muda.Mungkinkah ini ayam Sri Lanka karena itu menjadi burung pertama yangmelakukannya?

Meskipun anak ayam itu lahir hidup dan baik, sayangnya induk ayam tewas tak lama setelah melahirkan. Hal ini memberikan petugas veteriner kepala di daerah tersebut, PR Yapa, kesempatan untuk melakukan otopsi, menurut BBC. Ia menemukan bahwa anak ayam itu benar-benar mengembangkan di dalam telurdibuahi, tapi telur itu tidak pernah dikeluarkan. Setelah diinkubasi dalam tubuhinduknya selama 21 hari, ayam kemudian menetas di dalam ayam.

Yapa menentukan bahwa induk ayam mati karena luka yang disebabkan oleh peristiwa kelahiran. Tapi dengan semua account, ayam tampaknya berada dalamkesehatan yang baik.

Seperti mengapa telur tetap dalam tubuh ayam sampai akhirnya menetas, yangmasih merupakan misteri. Pejabat pemerintah mengatakan mereka belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.

Ternyata, Daily Mirror, seorang Sri Lanka publikasi, cukup menimbulkan kontroversi setelah melaporkan pada acara tersebut, menyatakan berani diheadline: “ayam itu datang pertama, bukan telur.”

Tentu saja, dalam hal ini akan terlihat bahwa telur masih datang pertama.

Sejarah Komodo

Posted: April 20, 2012 in Sejarah Hewan
  1. Komodo

    Nama komodo pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Hewan asli indonesia yang berasal dari pulau komodo ini ternyata merupakan reptil berbisa paling ganas di dunia dengan virus-virus yang dapat melumpuhkan mangsa dengan sangat cepat. Terbukti dari beberapa kasus penyerangan yang terjadi akhir-akhir ini.Sebuah studi baru telah menunjukkan bahwa Komodo (Varamus komodoensis) yang hidup di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, merupakan reptil berbisa paling mematikan di dunia saat ini.Rahasia kemampuan membunuh mangsa dari hewan reptil Komodo ternyata terletak pada kombinasi kekuatan gigitannya dan racun berbisa yang dikeluarkan ribuan kelenjar-kelenjar yang terletak digusinya, yang dikeluarkan bersamaan dengan gigitan.Temuan ini mematahkan teori sebelumnya yang mengatakan bahwa kemampuan membunuh mangsa dari Komodo terletak pada air liurnya yang mengandung puluhan bakteria mematikan, yang dikeluarkan bersamaan dengan gigitan.Teori ini didasarkan pengamatan bahwa mangsa Komodo biasanya mati setelah beberapa jam mendapat gigitan yang berdarah, dan kemudian akan mati membusuk.Tak adanya taring yang kuat pada gigi Komodo, juga menunjukkan Komodo tak sepenuhnya binatang pemangsa Carnivora, sehingga sejak lama menjadi penelitian apa rahasia Komodo mematahkan mangsanya. Namun kini dengan teori diatas, sedikitnya tersedia sebuah jawaban rahasia kekuatan mematikan dari Komodo.

    Seorang peneliti yaitu Dr Bryan Fry dari Universitas Melbourne, Australia, yang menemukan teori ini, melakukan penelitian dengan menggunakan foto medis atau rontgen pada jaringan kepala Komodo.

    Ia menemukan adanya ribuan kelenjar kompleks yang berujung diantara deretan gigi-giginya, yang mempunyai kemampuan mengeluarkan bisa beracun yang mematikan.

    “Reptil ini biasanya menggigit mangsanya, dan kemudian meninggalkan mangsa yang berdarah hingga mati akibat luka yang mematikan. Kami sekarang tahu bahwa itu disebabkan oleh kombinasi kekuatan gigi dan kelenjar berbisa yang mematikan mangsa,” ujar Dr Fry.

    “Kombinasi gigitan dan bisa racun ini membuat Komodo sedikit melakukan kontak dengan mangsanya, ia cukup melukai dan menyeburkan racun, kemudian meninggalkannya. Membuat Komodo bisa menangkap mangsa yang lebih besar, tanpa harus lama bertempur yang juga akan berbahaya bagi dirinya,” ujar Dr Fry.

    Dr Fry kemudian juga melakukan analisa dengan menggunakan simulasi komputer, untuk mengukur tingkat ketajaman mematikan dari gigitan Komodo dibandingkan dengan gigitan binatang Carnivora lain seperti Buaya. Ternyata gigitan Komodo jauh lebih lemah dibandingkan dengan kemampuan gigitan Buaya.

    Dari sini timbul hipotesa tak mungkin Komodo mematikan mangsanya hanya mengandalkan pada gigitan, seperti umumnya Carnivora lain. Dari uji resonansi magnetik diperoleh gambaran adanya kelenjar komplek diantara gigi-gigi Komodo yang mengasilkan cairan bisa beracun, yang ditinggalkan bersama gigitan Komodo. “Kami percaya hewan reptil jenis Komodo mampu melumpuhkan mangsanya dengan bisa beracun yang meningkatkan kerusakan akibat gigitan gigi,” ujar Dr Fry.

    Para peneliti kini sedang meneruskan risetnya untuk mengetahui kandungan dan komposisi molekul bisa beracun yang dikeluarkan kelenjar Komodo. Efek dari bisa beracun juga diuji oleh para peneliti, yang menampakkan kesamaan pengaruh dengan bisa beracun yang dikeluarkan oleh kelompok ular, yang biasanya membuat shock mangsa.

    Hal ini bisa menerangkan kenapa mangsa Komodo biasanya menjadi diam saja setelah mendapatkan gigitan, karena menahan sakit akibat pengaruh bisa. Setelah digigit, mangsa biasanya juga mengeluarkan darah sebanyak-banyaknya.

    Para peneliti kemudian juga memeriksa kerangka fosil hewan reptil Komodo yang termasuk binatang purbakala ini, dan menemukan ciri-ciri kerangka binatang yang menggunakan bisa beracun untuk melumpuhkan mangsanya.

    Penelitian ini kemudian menyimpulkan bahwa kadal raksasa sepanjang 7 meter ini adalah binatang berbisa terbesar yang pernah hidup di muka bumi.

    Berhati -hatilah jika Anda berada dekat dengan Reptil yang satu ini, karena bisa jadi Anda menjadi sasaran keganasannya karena jika tergigit, dipastikan korbannya tidak akan bertahan lama karena virusnya yang mematikan.

    Ada baiknya anda menghindar saja jika bertemu hewan reptil yang bernama komodo, demi keselamatan anda.]
    Komodo atau Biawak Komodo (Varanus komodoensis), merupakan spesies reptil terbesar di dunia yang terdapat di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara, Indonesia. Komodo yang ditemukan pertama kali oleh peneliti barat pada tahun 1910.
    Komodo (Varanus komodoensis) merupakan satu diantara 3 satwa nasional Indonesia. Komodo sebagai satwa bangsa mendampingi burung elang jawa (satwa langka) dan ikan siluk merah (satwa pesona). Komodo juga ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Komodo dragon, biawak terbesar dan terunikKomodo dalam bahasa latin disebut sebagai Varanus komodoensis. Oleh masyarakat setempat biasa dinamakan Ora. Beberapa nama lain komodo seperti Biawak Komodo, Komodo Dragon, Komodo Island Monitor, dan Komodo Monitor.
    Habitat komodo yang hanya terdapat di beberapa pulau di Nusa Tenggara yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo juga mendapat apresiasi di dunia internasional dengan lolosnya menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.
    Ciri-ciri dan Perilaku Komodo. Komodo (Varanus komodoensis) menjadi reptil terbesar di dunia yang mempunyai panjang tubuh mencapai 3 meter dan berat 70 kg. Spesimen liar terbesar yang ditemukan mempunyai panjang 3.13 meter dengan berat 166 kilogram (termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya). Meskipun untuk spesies komodo yang hidup di penangkaran mampu memiliki berat yang lebih besar.
    Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam masing-masing sepanjang sekitar 2.5 cm, yang kerap berganti. Pada giginya terdapat jaringan gingiva yang sering tercabik saat makan. Karenanya sering kali ditemua sedikit darah pada air liur komodo. Air liur ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal bagi sejenis bakteri mematikan yang hidup di mulut komodo.
    Lidah komodo panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodo jantan berukuran lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata. Sementara kulit komodo betina berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan putih pada latar belakang hitam.
    Komodo tak memiliki indera pendengaran, meski memiliki lubang telinga. Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300 m, namun kurang baik melihat di kegelapan malam. Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli, seperti reptil lainnya, dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson, suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap. Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9.5 kilometer.

    Komodo mampu berdiri di atas kedua kakinyaMangsa biawak komodo amat bervariasi, mencakup aneka avertebrata, reptil lain (termasuk pula komodo yang bertubuh lebih kecil), burung dan telurnya, mamalia kecil, monyet, babi hutan, kambing, rusa, kuda, dan kerbau. Komodo muda memangsa serangga, telur, cicak, dan mamalia kecil.
    Biawak komodo (Varanus komodoensis) aktif pada siang hari, walaupun terkadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil terbesar di dunia ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak dekat, dapat berenang menyelam hingga sedalam 4.5 meter. Komodo juga pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat. Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang tubuh.
    Habitat dan Persebaran. Komodo atau Ora (Varanus komodoensis) secara alami terdapat di pulau Komodo, Flores dan Rinca, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Pulau-pulau tersebut termasuk dalam wilayah Taman Nasional pulau Komodo yang merupakan salah satu finalis New 7 Wonders of Nature.
    Komodo hidup di padang rumput kering terbuka, sabana dan hutan tropis pada ketinggian rendah, biawak terbesar ini menyukai tempat panas dan kering. Untuk tempat berlindung, komodo menggali lubang selebar 1–3 meter. Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi selanjutnya. Tempat-tempat sembunyi komodo ini biasanya berada di daerah gumuk atau perbukitan dengan semilir angin laut, terbuka dari vegetasi, dan di sana-sini berserak kotoran hewan penghuninya.
    Konservasi dan Populasi. Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan sehingga oleh IUCN Redlist dikatagorikan dalam status konservasi Rentan (Vurnerable). CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species) telah menetapkan bahwa perdagangan komodo, kulitnya, dan produk-produk lain dari hewan ini adalah ilegal.
    Sekitar 4.000–5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor, Meski demikian, ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang produktif dan dapat berbiak.

    Komodo di tepi pantai Bertolak dari kekhawatiran ini, sejak tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Komodo, Rinca, dan Padar. Belakangan ditetapkan pula Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di Pulau Flores untuk membantu pelestarian komodo.
    Aktivitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat, kebakaran, berkurangnya mangsa, meningkatnya pariwisata, dan perburuan gelap; semuanya menyumbang pada status rentan yang disandang komodo.
    Tentang komodo ini memang tidak ada kata lain selain satwa yang amat unik yang telah dianugerahkan kepada bumi Indonesia. Maka sudah tidak ada tawar menawar lagi kita musti melindunginya. Dan kini, ketika terbuka kesempatan akan pengakuan dunia pada keunikan Taman Nasional Komodo sebagai habitat alami komodo dragon satu yang musti kita lakukan, dukung komodo sebagai salah satu keajaiban dunia.
    Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Reptilia; Ordo: Squamata; Upaordo: Autarchoglossa; Famili: Varanidae; Genus: Varanus; Spesies: Varamus komodoensis

  2.  Taman Nasional Komodo Menjadi Finalis 7 Keajaiban Dunia
    Kita semua patut bangga. Taman Nasional Komodo berhasil menjadi finalis “New 7 Wonders of Nature”. “New 7 Wonders Foundation” mengumumkan pekan lalu, bersama 27 finalis lainnya, TNK berhasil menyisihkan sekitar 440 nomine dari 220 negara.
    “Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Republik Indonesia menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia yang telah mendukung Taman Nasional Komodo dalam kampanye New 7 Wonders of Nature Tahap I dan II, hingga tanggal 7 Juli 2009,” demikian pernyataan pers Debudpar Senin (27/7).Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang bertindak sebagai “Komodo National Park Official Supporting Committee” akan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia untuk berpartisipasi aktif memilih (vote) kembali TNK dalam kampanye “New 7 Wonders of Nature”. Besar harapan, Taman Nasional Komodo terpilih sebagai salah satu dari “Tujuh Keajaiban Dunia bernuansa Alam” yang akan ditentukan pada tahun 2011.Pada tahap final kampanye “New 7 Wonders of Nature”, ke-28 finalis akan bersaing kembali tanpa memperhitungkan peringkat dan jumlah suara pada tahap sebelumnya. Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia dan dunia yang telah memilih pada tahap I dan II (sebelum 7 Juli 2009), diharapkan untuk kembali menentukan pilihannya.

    Ada dua cara menentukan pilihan pada tahap akhir ini. Pertama, masyarakat dapat mengunjungi http://www.new7wonders.com dan memberikan suaranya langsung di situs itu. Kedua, pemilihan dapat dilakukan melalui saluran telepon internasional. Caranya, hubungi nomor +41 77 312 4041, setelah pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih Taman Nasional Komodo.

     Exploring Taman Nasional Pulau Komodo
    Pusat Keanekaragaman Hayati Laut di Indonesia

    Terletak 300 km sebelah timur dari pusat budaya Bali, Pulau Komodo adalah bagian yang terpencil tampaknya prasejarah dari negara kepulauan yang luasIndonesia. Bagian dari situs web Mimpi Pulau didedikasikan untuk menjelajahiTaman Nasional Komodo dan Taman wilayah Island, baik di atas dan di bawah gelombang. Pemandu kami dan sumber daya untuk petualangan ini akan ada beberapa ahli di dunia pada Indonesia dan diving. Mereka termasuk penulis KalMuller, ilmuwan / peneliti Dr Gerald Allen, menyelam pemimpin luar biasa LarrySmith, dan Rahasia Laut Visions fotografer Burt Jones dan Maurine Shimlock.
    Rumah bagi populasi liar lebih dari 5.000 Komodo, sebuah dek berjalan turTaman Nasional Pulau Komodo adalah sebuah pengalaman seperti tidak lain.Aroma bumi yang terbakar matahari dan suara berdekut aneh, burung-burungeksotis magapode terbang akan tinggal bersama Anda selama bertahun-tahunsetelah. Berjalan di dasar sungai kering, Anda dapat melihat gua-seperti nagasarang, menjaga mata keluar untuk perampokan pribadi yang mendekati dari hutan. Semangat gunung ketika Anda mendekati naga “makan stasiun,” di manaAnda menyertainya Park Ranger mungkin harus menangkis naga penasaran(lapar?) Dengan staf gemuk kayunya. Kesempatan untuk melihat dan memotretmakhluk-makhluk yang luar biasa dan menakutkan, harfiah tatap muka, adalah pengalaman wisatawan tidak akan segera lupa.

    Di bawah lautan sekitarnya, para ahli percaya Komodo mengandung konsentrasiglobal yang puncak laut keanekaragaman hayati. Akibatnya, Komodo adalah surga bagi petualang scuba diving. Berikut ini adalah sebuah tayangan beberapaditulis oleh ahli penyelam dan pro-fotografer Maurine Shimlock, “Kami masukkan air transparan dingin, meninggalkan lanskap kue purba Komodo panas. Driftingdengan mudah menuruni lereng gunung berapi flamboyan dihiasi dengan karang lunak, kami lolos massa bergelombang dari ikan transparan. Bertengger di massaberwarna pastel karang lunak adalah scorpionfish berenda langka, disamarkansebagai crinoid filter-makan terletak di antara gorgonia Bergerak hati-hati, dan saya sendiri bersedia napas dengan tenang, aku mengangkat kamera untuk mata saya dan mulai. untuk memotret makhluk indah. “

    Komodo Island

    Taman Nasional Komodo terletak di tengah kepulauan Indonesia, antara pulauSumbawa dan Flores. Didirikan pada tahun 1980, awalnya tujuan utama Taman Nasional adalah untuk melestarikan yang unik naga Komodo (Varanuskomodoensis) dan habitatnya. Namun, selama bertahun-tahun, tujuan untuk Parktelah diperluas untuk melindungi keanekaragaman hayati seluruh, baik darat danlaut. Pada tahun 1986, Taman Nasional dinyatakan sebagai Situs Warisan Duniadan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO, kedua indikasi penting biologisPark.

    Taman Nasional Komodo mencakup tiga pulau utama: Komodo, Rinca dan Padar, serta banyak pulau yang lebih kecil membuat total luas permukaan (laut dan darat)dari 1817km (ekstensi yang diusulkan akan membawa total luas permukaanhingga 2.321 km2). Selain sebagai rumah bagi Komodo, Taman Nasionalmenyediakan perlindungan bagi banyak spesies lain terestrial terkenal sepertiunggas scrub oranye berkaki, sebuah tikus endemik, dan rusa. Selain itu, Taman Nasional termasuk salah satu lingkungan laut terkaya termasuk terumbu karang, mangrove, padang lamun, gunung laut, dan teluk semi tertutup. Habitat inipelabuhan lebih dari 1.000 spesies ikan, sekitar 260 spesies karang pembentukkarang, dan 70 spesies spons. Dugong, hiu, manta ray, setidaknya 14 jenis ikan paus, lumba-lumba, dan penyu laut juga membuat Taman Nasional Komodo rumah mereka.

    Ancaman terhadap keanekaragaman hayati terestrial meliputi peningkatan tekanan pada tutupan hutan dan sumber air sebagai populasi penduduk meningkat 800% selama 60 tahun terakhir. Selain itu, populasi rusa, sumbermangsa yang lebih disukai untuk langka komodo, masih rebus. Praktekpenangkapan ikan yang merusak seperti dengan peledak, sianida, dan memancing kompresor sangat mengancam sumber daya laut Taman Nasionaldengan merusak baik habitat (terumbu karang) dan sumberdayanya sendiri (ikan dan invertebrata saham). Situasi saat ini di Taman ditandai dengan berkurangtapi terus praktek penangkapan ikan terutama oleh nelayan imigran, dan tekanan tinggi pada saham demersal seperti lobster, kerang, kerapu dan napoleon.Polusi, mulai dari kotoran mentah untuk bahan kimia, meningkat dan dapat menimbulkan ancaman besar di masa depan.
    Saat ini, Balai Taman Nasional PKA Komodo dan PT. Putri Naga Komodobekerja sama untuk melindungi sumber daya yang luas kawasan. Tujuan kami adalah untuk melindungi keanekaragaman hayati Taman Nasional (baik laut dan darat) dan stok pembibitan ikan komersial untuk penambahan sekitar daerah nelayan. Tantangan utama adalah untuk mengurangi baik ancaman terhadapsumber daya dan konflik antara kegiatan yang tidak kompatibel. Kedua belah pihak memiliki komitmen jangka panjang untuk melindungi keanekaragaman hayati laut Taman Nasional Komodo.

Hewan Yang Sering Diburu

Posted: April 17, 2012 in Berita Hewan
Memahami pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan manusia yang mengarah pada ketidakseimbangan lingkungan
Indikator
  • Mencari contoh bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan dan mengarah pada pemusnahan jenis hewan tersebut
  • Menjelaskan berbagai cara penanggulangannya, misalnya mengganti gading dengan gading tiruan, melarang perburuan hewan langka, membudidayakan hewan langka *).
Pemanfaatan Bagian Tubuh Hewan
Banyak sekali hewan yang diburu  untuk diambil bagian tubuhnya untuk diperjualbelikan, demikian juga dengan bagian tumbuhan. Kegiatan tersebut jelas mengganngu keseimbangan ekosistem. Tanpa diimbangi dengan upaya pelestarian perkembangbiakan hewan dan perkembangbiakan tumbuhan jelas akan terganggu. Kepunahan hewan dan tumbuhan tersebut merupakan kerugian besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Di bawah ini akan kita bahas pemanfaatan bagian tubuh hewan yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Hewan-hewan yang banyak diburu antara lain :
a. Rusa

Rusa memiliki dua tanduk pada kepalanya. Rusa jantan biasanya mempunyai tanduk yang bercabang. Setiap tanduk tersebut dapat bercabang dua atau tiga. Tinggi tanduk rusa dapat mencapai satu meter. Karena bercabang, tanduk rusa menjadi tampak indah. Tanduk rusa diburu manusia untuk dijadikan hiasan. Tanduk rusa juga dimanfaatkan untuk membuat kancing baju dan gagang pisau. Selain tanduk, masih ada bagian tubuh rusa yang diambil. Minyak rusa dihasilkan dari kelenjar perut rusa. Minyak ini digunakan untuk pembuatan obat dan parfum. Kulit rusa digunakan untuk membuat sepatu atau sarung tangan.
b. Burung Merak

Bagian ekor burung merak ditutupi oleh bulu. Jika dibuka, bulu penutup ekor akan mengembang. Bentuknya seperti kipas. Pada bulu tersebut terdapat corak berbentuk mata. Bulu merak yang mengembang ini tampak sangat indah. Karenanya, manusia memburunya untuk hiasan. Biasanya, kipas dari bulu merak dipasang di dinding rumah.
c. Duyung
Duyung merupakan hewan menyusui yang hidup di laut. Duyung bukan ikan, namun sering disebut ikan duyung. Manusia memburu duyung untuk diambil dagingnya. Menurut mereka, daging duyung memiliki rasa yang lezat. Selain daging,taring dan minyak duyung juga dicari. Minyak duyung diyakini dapat mengobati penyakit TBC dan nyeri sendi. Adapun taring duyung digunakan untuk pipa rokok
d. Hiu

Hiu diburu untuk diambil daging, sirip, dan tulangnya. Sirip dan daging hiu dijadikan makanan yang lezat. Tulang rawan hiu untuk menyembuhkan penyakit tulang dan persendian. Minyak hati ikan hiu mengandung vitamin A. Minyak hati hiu diyakini dapat mencegah kanker. Minyak hiu juga digunakan untuk membuat kosmetik.
e. Harimau

Harimau diburu untuk diambil kulit, tulang dan taringnya. Kulit harimau dijadikan hiasan, harga kulit ini sangat mahal. Sedangkan taring dan tulang harimau digunakan untuk pengobatan
f. Badak

Badak diburu untuk diambil culanya. Cula badak diyakini dapat digunakan untuk pengobatan beberapa jenis penyakit.
Masih banyak hewan lain yang diburu oleh manusia, ikan paus diburu untuk diambil minyaknya, ular diburu untuk diambil kulitnya, , dan gajah diburu untuk diambil gadingnya.
Cara pencegahan kepunahan hewan :
  • Pembuatan cagar alam dan suaka margasatwa. Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya
  • Pembuatan undang-undang perburuan. Undang-undang ini mengatur tentang larangan perburuan. Tujuannya adalah untuk melindungi berbagai jenis hewan dari kepunahan.
  • Mengganti bahan-bahan asli (gading, kulit ular, kulit harimau, dll)  dengan bahan tiruan atau bahan sintetis.

Standar Kompetensi:
9.    Memahami hukum Islam tentang hewan sebagai sumber bahan makanan

Kompetensi Dasar
9.1    Menjelaskan jenis-jenis hewan yang halal dan haram dimakan
9.2    Menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan.

Kelas/Semester : VIII/2

A.    Binatang yang Dihalalkan
Binatang yang dihalalkan adalah binatang yang diperbolehkan untuk dikonsumsi dagingnya oleh manusia, khususnya bagi orang-orang beriman. Jenis binatang yang dinyatakan tegas halal dalam A1-Qur’an adalah binatang ternak, binatang buruan, dan binatang yang berasal dan laut.
Binatang ternak dihalalkan berdasarkan firman Allah swt. dalam Surat Al Ma’idah Ayat 1 yang artinya “Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu …”. Binatang yang dihalalkan adalah binatang buruan dan makanan yang berasal dan laut.  Hal berdasarkan firman Allah swt. dalam Surat Al-Mä’idah Ayat 96 yang artinya “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dan laut sebagai makanan yang lezat hagimu dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. (Q.S. A1-M’idah: 96)
Jenis binatang yang halal berdasarkan hadis, antara lain ayam, kuda, keledai liar, kelinci, dan belalang. Perhatikan Hadist Rasullah berikut ini

1)    DariAbu Musa r.a., ia herkata, “Aku pernah melihatNahi saw. makan (daging) ayam.” (H.R. Bukhari dan Tirmizi)
2)    DariAsma bintiAhu Bakar r.a., ia berkata, “Di zaman Rasulullah saw, kami pernah menyembelih kuda dan kami memakannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
3)    Abu Qatadah ra. tentang kisah keledai liar. Nabi saw. makan sebagian dan daging keledai itu. (Muttafaq ‘Alaih)
4)    Dan Anas r.a. dalam kisah kelinci, ia berkata, “Ia menyembelihnya, lalu dikirimkan daging punggungnya kepada Rasulullah saw., lalu heliau menerimanya.” (Muttafaq ‘Alaih).
5)    Dari lbnuAbiAufa r.a., ia berkata, “Kami herperang bersamaRasulullah saw. Tujuh kali perang. Kami memakan belalang.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hukum Islam, semua jenis binatang yang tidak ditegaskan tentang keharamannya, berarti halal untuk dimakan. Akan tetapi, kita dalam memperoleh daging yang halal, tentu harus menyembelihnya terlebih dahulu, kecuali belalang dan ikan. Binatang yang mati bukan karena disembelih termasuk bangkai dan hukumnya haram.
Dalam menyembelih pun tidak asal mematikan binatang begitu saja, tetapi harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan syarak. Apabila cara menyembelihnya salah, mengakibatkan binatang yang sebenarnya halal dapat berubah menjadi haram. Adapun yang dimaksud menyembelih adalah memutuskan jalan makan, minum, jalan napas, dan urat nadi pada leher binatang yang disembelih dengan alat tertentu sesuai dengan ketentuan syarak.
Orang yang menyembelih binatang harus memenuhi syarat-syaratnya. Syarat- syarat itu adalah sebagai berikut
1)    Beragama Islam, penyembelihan yang dilakukan oleh orang kafir atau orang musyrik, hukumnya tidak sah Oleh karena itu daging binatang yang disembelih tersebut hukumnya haram.
2)    Berakal sehat, penyembelihan yang dilakukan oleh orang yang gila atau mabuk, hukumnya tidak sah. Oleh karena itu, daging binatang yang disembelih tersebut hukumnya haram.
3)    Mumayiz, artinya sudah dapat membedakan antara yang benar dan salah. Penyembelihan yang dilakukan oleh anak-anak, tidak sah.

Selain itu, Binatang yang hendak disembelih harus memenuhi syarat sebagai berikut.
•    Binatang yang akan disembelih benar-benar masih dalam keadaan hidup.
•    Binatang yang akan disembeh binatang yang halal hukumnya.

Adapun Syarat-Syarat Alat Penyembelihan, adalah sebagai berikut:
1)    tajam;
2)    tidak runcing dan tidak tumpul;
3)    terbuat dan besi, baja, batu, bambu, atau kaca;
4)    bukan kuku, gigi, atau tulang.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw.yang artinya “Sesuatu yang dapat men gucurkan darah dan yang disembelih dengan menyebut nama Allah maka makanlah, kecuali dengan menggunakan gigi dan kuku. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalam Penyembelihan. Ada beberapa hal yang disunahkan dalam menyembelih, antara lain
a. menghadap kiblat;
b. menyembelih pada pangkal leher;
c. menggunakan alat yang tajam;
d. mempercepat dalam menyembelih;
e. melepaskan tali pengikat setelah disembelih;
f. berlaku baik dalam menyembelih, tidak kasar, dan tidak lamban.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw.yang artinya: “Sesungguhnya Allah menetapkan supaya berbuat baik terhadap sesuatu. Apahila kamu memhunuh, bunuhlah dengan baik. Apabila kamu hendak menyembelih, sembelihlah dengan baik, dan hendaklah memperta jam pisaunya serta memherikan kesenangan terhadap binatang yang disembelih.” (H.R. Muslim)

Menyembelih binatang, seharusnya pada bagian leher karena jalan napas, jalan makan dan minum, serta urat nadi terletak pada leher. Meskipun demikian, binatang yang liar dan sulit untuk disembelih pada bagian lehernya, misalnya jatuh ke lubang atau ke sumur dalam posisi kepala di bawah atau sulit ditangkap, dapat disembelih dengan cara melukai bagian tubuh yang dapat mematikannya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw.yang artinya: “Dari Abu Usvra ,dart ayahnya, ia berkata bahwaRasuluilah saw. ditanya, Apakah tidak ada penyembehhan itu selain di kerongkongan dan di leher? Beliau bersabda, “Kalau kamu tusuk pahanya. niscaya memadailah itu.” (H.R. Tirmizi)

Ada dua cara dalam menyernbelih binatang, yaitu secara tradisional dan secara mekanik.
a. Cara Menyembelih Binatang secara Tradisional
Adapun menyembelih binatang secara tradisional adalah sebagai berikut.
1)    Menyiapkan peralatan untuk menyembelih dan binatang yang akan disembelih.
2)    Hewan yang akan disembelih dibaringkan ke kiri sehingga menghadap kiblat.
3)    Lehemya diletakkan di atas lubang  penampungan darah yang sudah disiapkan terlebih dahulu.
4)    Kaki-kaki binatang yang akan disembelih diikat atau dipegang kuat-kuat, kepalanya ditekan ke bawah agar tanduknya menancap ke tanah.
5)    Mengucapkan basmalah, kemudian alat penyembelih yang sudah disiapkan langsung digoreskan pada leher binatang yang disembelih sehingga jalan makan, minum, dan nafas, serta kedua urat nadi kanan dan kiri leher putus.
6)    Kemudian, tali pengikat pada binatang tersebut dilepaskan agar memudahkan dan mempercepat kematiannya.
b. Cara Menyembelih Binatang secara Mekanik
Menyembelih binatang secara mekanik merupakan cara yang modem dan sah hukumnya. Penyembelihan seperti ini lebih cepat sehingga binatang yang disembelih tidak merasakan sakit berkepanjangan.

B. Binatang yang dharamkan
Binatang yang diharamkan itu disebabkan empat hal, yaitu karena nasAl-Qur’an dan hadis, karena diperintah membunuh, karena dilarang membunuh, dan karena menjijikkan.
1. Haram karena Nas AI-Qur’an atau Hadist
Binatang yang haram karena nas dalam Al-Qur’an atau hadis, antara lain
a.    babi;
b.    khimar jinak (keledai);
c.    binatang buas atau binatang bertaring;
d.    burung yang berkuku tajam dan berparuh kuat;
e.    binatang jalalah (binatang yang sebagian besar makanannya adalah kotoran).
Babi diharamkan berdasarkan firman Allah swt. dalam SuratAl-M’idahAyat 3 yang artinya “Diharamkan bagi kamu (memakan) bangkai, darah, daging babi.”
Khimar jinak diharamkan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Yang artinya: Dan Jahir bahwa Nahi Muhammad saw. telah melarang memakan daging khimar jinak. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Binatang buas yang bertaring, seperti kucing, singa, harimau, beruang, serigala, dan anjing diharamkan berdasarkan sabda Rasulullah saw. Yang artinya: “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Tiap-tiap hinatang buas yang mempunyai taring haram dimakan. (H.R. Muslim dan Tirmizi)
Burung buas yang berkuku tajam untuk berburu, seperti elang dan rajawali diharamkan berdasarkan sabda Rasulullah saw. Baca dan pahamilah sabda Rasulullah saw. Yang artinya: “Rasulullah saw. melarang (memakan) tiap-tiap burung yang mempunyai kuku tajam.”(H.R. Muslim)
Jalalah adalah binatang yang makanannya sebagian besar kotoran yang najis. Binatang itu diharamkan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya Dan Ibnu Umar r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. melarang memakan binatangjalalah (binatang pemakan kotoran) dan melarang pu/a meminum susunya.” (H.R.Ibnu Majah)
Binatang yang diharamkan karena kita diperintah supaya membunuhnya, antara lain
a)    ular;
b)    burunggagak;
c)    burung elang;
d)    tikus;
e)    anjing gila.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw yang artinya  “Lima macam binatang yang semua merusak dan hendaklah dibunuh, baik di tanah halal maupun di tanah haram; (yaitu) ular; burung gagak, tikus, anjing gila, dan hurung elang. (H.R. Muslim)
Ada beberapa binatang yang diharamkan karena kita dilarang membunuhnya, yaitu semut, lebah madu, burung hud-hud, dan burung suradi. Hal itu dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad yang artinya: Dan Ibnu A bhas, Nabi saw. telah melarang membunuh empat macam binatang, (yaitu) semut,  lehah, hurung hud-hud, dan burung suradi. (H.R. Ahmad)
Selian itu, ada pula binatang yang diharamkan karena menjijikkan keadaannya, seperti belatung, pacet, cacing, dan lintah. Baca dan pahamilah firman Allah swt. Yang Artinya: “Dan (Allah) men ghalalkan bagi mereka sega/a yang balk dan men gharamkan bagi mereka sega/a yang buruk …. (Q.S. A1-A’raf: 157)
Selain binatang yang diharamkan karena empat hal tersebut, ada juga hinatang yang asalnya halal menjadi haram karena sebab-sebab tertentu. Binatang-binatang tersebut adalah
a. disembelih dengan menyebut selain nama Allah swt.;
b. mati tercekik;
c. terpukul atau tertabrak kendaraan;
d. karenajatuh;
e. karena ditanduk binatang lain;
f. karena diterkam binatang buas;
g. disembelih untuk berhala.
Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mã’idah Ayat 3. yang artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala …. (Q.S. A1-Mã’idah: 3)