Perawatan kucing

Posted: April 9, 2012 in Perawatan Hewan

Jadwal Vaksinasi Kucing

Umur 8-10 minggu

  •  Pemeriksaan umum
  •  Vaksinasi  Tricat (Feline Panleucopenia, Rhinotracheitis,Calici) atau Tetracat (Tricat + Chlamydia)
  •  Pemberian Obat cacing

Umur 12-14 minggu

  •  Pemeriksaan umum
  •  Vaksinasi  Ulangan Tricat (Feline Panleucopenia, Rhinotracheitis,Calici) Atau Tetracat (Tricat + Chlamydia)

Umur 20 minggu

  •  Pemeriksaan umum
  •  Vaksinasi Rabies

Khusus Untuk kucing umur lebih dari 6 bulan yang belum pernah di vaksin sekalipun

  •  Pemeriksaan umum
  •  Vaksinasi  Tricat (Feline Panleucopenia, Rhinotracheitis,Calici) Atau Tetracat (Tricat + Chlamydia)
  •  Vaksinasi Rabies

Selanjutnya vaksinasi dianjurkan diulang setiap tahunnya untuk menjaga kandungan/titer antibodi dan kekebalan tetap tinggi.

Kucing & Makanan

Cara Memberi makan kucing

Setidaknya ada dua macam cara/metode pemberian makan pada kucing, yaitu :

  • makanan selalu tersedia di piring makan kucing. Jadi pada saat kucing ingin makan, makanan telah tersedia di tempatnya. Cara ini baik untuk kucing kecil (kitten) atau kucing yang masih dalam masa pertumbuhan. Hati-hati karena ada kecenderungan terjadinya kegemukan/obesitas/overweight.
  • pemberian makanan dilakukan 2 atau 3 kali sehari. Biasanya makanan diberikan pada pagi dan sore. Cara ini baik untuk kucing dewasa yang pola makannya sudah teratur. Perlu diperhatikan jumlah makanan yang diberikan, karena harus sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
    NB: air untuk minum kucing harus selalu tersedia setiap saat.

Kebutuhan nutrisi kucing


Diet kucing bersifat unik dan berbeda dengan anjing (jangan beri makan kucing dengan makanan untuk anjing/ dogfood). Pastikan makanan yang anda berikan untuk kucing mengandung jumlah vitamin dan nutrisi yang cukup. Jangan terpengaruh dengan harga yang murah, karena murah belum berarti baik.  Biasakan meneliti kandungan makanan, biasanya tercetak pada kemasan. Berikut ini beberapa acuan nutrisi yang perlu bagi kucing :

  • kandungan protein tinggi, minimal 25 %. Semakin tinggi kandungannya biasanya lebih baik.
  • Rendah lemak, efisiensi pencernaan lemak pada kucing sangat rendah.
  • pH rendah (derajat asam tinggi).
  • Magnesium rendah. Kandungan magnesium tinggi dapat menyebabkan gangguan pada saluran kencing.
  • Taurin
  • Asam arakidonat (arachidonic acid)
  • Vitamin & mineral ( Vit A, B12, Niacin, Thiamin)

Jenis makanan : basah (kalengan) atau kering

  1. makanan kering (dry food)
    makanan kering biasanya baik bagi kucing. Pemberian makanan kering baik untuk kesehatan gigi, lebih tahan lama dan umumnya lebih bergizi karena mengandung banyak bahan gizi tambahan.
  2. makanan basah (kalengan/wet food)
    makanan basah/kalengan kurang baik diberikan untuk jangka panjang. Makanan ini biasanya lebih berupa “junk food” bagi kucing.  Selain kurang baik bagi kesehatan gigi, karena sering menyebabkan timbulnya plak dan karang gigi dan kandungan nutrisi yang kurang lengkap. Kucing yang biasa diberi makanan basah biasanya agak susah berganti makanan terutama ke  jenis makanan kering.

Kebutuhan Makanan Berdasarkan Umur & Kondisi
1. Anak kucing umur < 1 tahun (kitten).
Anak kucing dapat mulai diberi makanan pada umur 3-4 minggu. Makanan yang diberikan biasanya direndam air hangat secukupnya, dihancurkan dan dihaluskan. Untuk pertama kali anak kucing masih perlu diajari, disuapi dengan pipet atau oleskan sebagian kecil makanan pada mulut, kemudian dekatkan piring makanan untuk melihat apakah sudah mau makan sendiri. Berikan makanan khusus untuk anak kucing (kitten) karena biasanya kandungan protein lebih tinggi dan banyak mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan.
Sampai dengan umur 2-3 bulan jumlah/proporsi air dalam makanan bisa dikurangi secara bertahap hingga kucing bisa makan, makanan kering sepenuhnya.

2.Kucing dewasa > 1 tahun (adult)
Kucing dewasa dengan berat sekitar 4-5 kg setidaknya membutuhkan energi dari makanan  sebesar 300 kalori. Berikan makanan dengan nutrisi  cukup dan seimbang, biasanya terdapat tulisan “Complete” atau “Balanced” pada kemasan makanan. Usahakan kucing tidak fanatik/diberi makanan dengan merek yang sama terus menerus. Sekali-sekali perlu pergantian merek makanan agar pencernaannya terlatih terhadap berbagai jenis makanan. Perhatikan juga pH dan kandungan mineral makananagar terhindar dari gangguan saluran kencing.

3.Kucing bunting & menyusui
Pada saat bunting dan menyusui, induk kucing memerlukan makanan dengan  kandungan protein tinggi. Pada saat bunting biasanya diberikan makanan untuk kitten karena kandungan proteinnya lebih tinggi. Suplemen kalsium dapat diberikan pada induk yang menyusui anaknya.

Jumlah Makanan
Kucing dewasa dengan berat sekitar 5 kg memerlukan energi makanan sekitar 300 kalori. Perhatikan kandungan kalori pada kemasan makanan, tentukan jumlah makanan agar mencukupi  kebutuhan kalori selama satu hari, kemudian bagi jumlah tersebut sesuai dengan frekuensi pemberian makan (2 atau 3 kali sehari).

Sebagai patokan lain yang dapat digunakan, dihitung dari berat kucing. Biasanya setiap hari kucing makan sekitar 2 % dari berat badannya. Jadi bila berat kucing 5 kg, makanan yang diperlukan sekitar 2 % x 5 Kg yaitu sekitar 100 gr /hari.

Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan

Berbeda dengan anjing atau hewan lain, sangat berbahaya bagi kucing bila tidak makan satu hari saja. Pada hewan yang tidak makan, energi untuk berbagai proses fisiologi tubuh tetap tersedia dari pembakaran lemak yang disimpan di jaringan tubuh. Tetapi proses pembakaran lemak menjadi energi pada tubuh kucing sangat tidak efisien. Pada saat pembakaran lemak tersebut, ada semacam perubahan metabolisme pada kucing yang menyebabkan kerusakan jaringan organ hati yang disebut hepatik lipidosis (baca : bahaya kucing tidak mau makan).

Banyak sekali penyebab kucing tidak mau makan. Paling sederhana bisa saja karena kucing sedang bosan dengan makanan yang biasa diberikan. Penyebab lain yang lebih parah dan ditakuti yaitu sakit. Nafsu makan pada kucing sakit akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Tindakan yang terbaik bila kucing tidak mau makan, segera temui dokter hewan dan konsultasikan masalah kucing anda.

Untuk sementara beberapa tindakan sederhana berikut dapat dilakukan untuk mengatasi nafsu makan yang hilang, tetapi bila terus berlanjut segera bawa kucing anda ke dokter hewan.

Pancing nafsu makan
Kadang-kadang kucing agak sedikit malas-malasan  dan manja. Coba sodorkan makanan (piring makanan) ke depan hidungnya atau masukkan sedikit makanan ke dalam mulutnya dan lihat apakah nafsu makannya terbangkitkan. Cara ini bisa dicoba beberapa kali, bila tidak berhasil juga gunakan cara berikutnya.

Campur & ganti  makanan
Seperti manusia, kucing pun bisa bosan terhadap makanan yang sama setiap hari. Beberapa makanan kucing komersial yang kering (berbentuk biskuit kecil) memang kurang memiliki bau dan rasa yang membangkitkan selera. Hal ini bisa dicoba diatasi dengan memberikan makanan basah atau makanan kalengan yang memang memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat. Bila kucing mau makan makanan basah tersebut, coba campurkan makanan kering dengan makanan basah. Makanan kalengan (basah) sebaiknya tidak diberikan setiap hari untuk jangka panjang karena selain nutrisinya tidak mencukupi juga dapat mempercepat pembentukan plak atau karang gigi.

Berbagai produk makanan kalengan untuk kucing banyak tersedia di pasaran/ petshop, dari yang murah hingga yang mahal. Perhatikan pula kandungan dari tiap merek makanan. Makanan yang sering dijumpai seperti whiskas & friskies biasanya cukup untuk merangsang nafsu makan. Bila ingin lebih baik dapat diberikan makanan dengan merek Science Diet (Hills) atau bila ingin lebih baik bisa diberikan makanan khusus “Science Diet a/d” (Science Diet Prescription a/d). Selain  rasa dan aroma yang lebih merangsang, nutrisi “Science Diet a/d” juga lebih baik & lebih lengkap. Perlu diingat makanan khusus “Science Diet a/d” hanya untuk diberikan sekali-sekali, bukan untuk makanan setiap hari.

Suapi kucing
Menyuapi kucing bisa dengan tangan, sendok kecil atau lebih mudah menggunakan syringe (spoit/suntikan) tanpa jarum. Makanan yang diberikan adalah makanan basah. Makanan basah ini bisa  berupa :

  • makanan kalengan
  • makanan kering yang direndam air hangat dahulu, kemudian  setelah lunak dihancurkan dengan sendok atau blender
  • campuran makanan kalengan dengan makanan kering yang sudah dihancurkan
    suapi kucing sambil sesekali sodorkan makanan pada prirng makannya untuk melihat apakah kucing sudah mau makan sendiri. Hati-hati bila menyuapi dengan menggunakan syringe. Pegang kepala atau telinga kucing, masukkan syringe berisi makanan cair dari samping (ujung samping mulut), tekan syringe pelan-pelan agar kucing bisa mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Syringe berisi makanan jangan disemprotkan kedalam mulut kucing karena bisa menyebabkan kucing tersedak makanan.

Beri vitamin & perangsang nafsu makan
Beberapa suplemen atau vitamin dapat diberikan sebagai perangsang nafsu makan. Vitamin yang paling sederhana dan mudah di dapat biasanya vitamin B kompleks. Vitamin ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau sirup.

Suplemen lain yang dapat diberikan adalah asam amino lisin (Lysine). Selain dapat merangsang nafsu makan, lisin juga dapat mengganggu replikasi/perkembangan virus herpes penyebab penyakit Feline Rhinotracheitis (Flu Kucing).

Carilah suplemen & vitamin ini di apotik terdekat. Biasanya lisin dan B kompleks banyak tersedia sebagai suplemen untuk anak-anak, seperti Biolysin® Syrup, Lysmin ® (mengandung lisin & B kompleks), Becombion® syrup (B kompleks). Biasakan memberi vitamin bersamaan atau beberapa menit setelah makan. Apalagi pada kucing yang tidak makan seharian, pemberian suplemen yang tidak didahului pemberian makanan dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan muntah. Konsultasikan cara pemberian dan dosis suplemen ini dengan dokter hewan langganan anda.

Pemberian suplemen seperti lisin dan B kompleks baru akan berpengaruh meningkatkan nafsu makan beberapa hari setelah diberikan terus menerus setiap hari. Bila ingin yang berpengaruh lebih cepat (instan), hubungi dokter hewan langganan anda dan mintalah obat perangsang nafsu makan (appetite stimulant) seperti diazepam (valium dosis 0.05-0.2 mg/kg IV sid-qod atau 0.5 – 1 mg PO sid *).

Diazepam adalah obat keras yang dapat mempengaruhi pusat rasa lapar di otak. Reaksi obat ini cukup cepat sekitar 10-15 menit setelah diberikan secara oral. Oleh karena itu segera sediakan makanan di dekat kucing  agar ia dapat segera makan begitu obat bereaksi. Karena adanya efek ketagihan (adiktif) sebaiknya diazepam tidak diberikan lebih dari 2 kali berturut-turut.

Tube feeding
Tube feeding adalah pemberian makan langsung ke dalam perut melalui selang. Biasanya dilakukan oleh dokter hewan pada hewan yang sakit yang tidak dapat mengunyah dan menelan makanan sedikit pun. Tube feeding ini juga sering dilakukan pada anak kucing yang tidak disusui induknya dan tidak dapat menyedot susu dari dot.

Monitoring Kesehatan Kucing

Susahnya jadi kucing yaitu tidak dapat mengatakan pada pemiliknya ketika mulai sakit. Pemiliknya baru mengetahui beberapa lama setelah si kucing menunjukkan perubahan tingkah laku seperti lebih sering tidur, tidak mau makan atau diare. Dan seringkali pemlik baru tahu ketika keadaan kucing sudah semakin parah dan terlambat untuk dibawa ke dokter hewan.

Seberapa baik anda mengenali kucing milik anda ? karena mereka tidak bisa berbicara, yang terbaik adalah waspada dan terbiasa mengenali tanda-tanda ketika kucing mulai sakit. Bisa saja mereka sudah sangat sakit sementara bagi pemiliknya gejala belum terlihat jelas.

Kucing yang sehat selalu waspada dan responsif terhadap lingkungan atau sesuatu yang baru, mempunyai nafsu makan yang baik, jarang sekali makan berlebihan serta sering menjilati dan membersihkan bukunya (grooming). Kucing cenderung menyembunyikan sakitnya, oleh karena itu sebaiknya waspada terhadap tanda-tanda berikut :

  • Hilang nafsu makan : jumlah makanan dalam piring makan kucing tidak berkurang
  • Pincang : luka memar, gigitan, patah tulang
  • Darah pada air kencing (urin) :gangguan pada organ & saluran kencing atau p[arasit darah
  • Bulu terasa kasar : gangguan nutrisi, pencernaan, parasit pada bulu & kulit
  • Lendir atau darah pada kotoran (pup) : cacing, gangguan pencernaan, makanan tidak cocok
  • Tidak pup lebih dari 1 hari : dehidrasi, usus tersumbat hairball, gangguan pencernaan
  • Diare terus menerus : feline panleukopenia, makanan tidak cocok, parasit pencernaan
  • Muntah terus menerus : feline panleukopenia, gangguan pencernaan, makanan tidak cocok
  • Perut gendut : kembung, kegemukan (obesitas), pembengkakan hati
  • Kurus : berat badan berkurang
  • bersembunyi ditempat gelap atau dingin lebih dari 24 jam:demam
  • batuk terus menerus : flu kucing, penyakit pernafasan, tenggorokan tersumbat
  • menggaruk bulu : parasit kulit & bulu (kutu, jamur, bakteri), infeksi /luka kulit
  • menggaruk telinga /menggoyangkan kepala terus menerus : telinga kotor, infeksi telinga, tungau/kutu telinga (ear mites)
  • mengunyah terus menerus : benda asing tersangkut sekitar mulut
  • menjilat-jilat atau menggigit-gigit bagian tubuh tertentu terus menerus : kesakitan/gatal bagian tubuh pd bagian yg digigit
  • mata lesu/mengantuk, tidur seharian : demam, kurang nutrisi, penyakit menular
  • mengeong terus menerus : Birahi (waktunya kawin), kesakitan
  • marah/menolak digendong : gangguan/sakit pada organ dalam (paru-paru, hati, ginjal, dll)
  • kurang minum atau minum berlebihan (tidak seperti biasanya) : dehidrasi, diabetes
  • buang kotoran atau kencing di luar tempatnya (litter box) : diare, gangguan hormon, gangguan saluran kencing
  • warna pucat atau kekuningan pada gusi atau sekitar mata : dehidrasi, anemia, parasit darah

Cara Memandikan Kucing Dengan Shampoo Obat

Persiapan alat dan bahan
1. Air dingin/hangat
2. Handuk
3. Sikat gigi
4. Pengering rambut (hairdryer)
5. Sisir kucing tipe sikat (brush comb)
6. Shampoo obat ( shampoo anti kutu, anti jamur atau anti bakteri)

Cara memandikan
Sebelum dimandikan, periksa bagian-bagian yang sakit di seluruh tubuh. Jamur biasanya menyerang bagian dagu, ketiak, lipatan paha, telapak kaki, ekor dan pangkal ekor. Tungau Scabies paling sering menyerang bagian telinga luar dan ujung-ujung telingan bagian dalam. Kutu pinjal  sering menyerang bagian atas kepala, dagu, ketiak dan lipatan paha. Ingat-ingatlah bagian yang sakit tersebut, karena harus terkena shampoo dan disikat pada saat dimandikan.

Basahi seluruh tubuh kucing dengan air dingin/hangat (kucing kecil sebaiknya dimandikan dengan air hangat). Pastikan air membasahi seluruh bulu sampai ke kulit. Pengobatan tidak akan efektif bila air dan shampoo tidak mencapai kulit.  Pada kucing dengan bulu panjang dan tebal lebih mudah disemprot menggunakan air bertekanan tinggi.

Ratakan shampoo keseluruh tubuh sambil dipijat/disisir menggunakan jari. Hati-hati pada saat memberikan shampoo pada daerah sekitar mata dan hidung (wajah). Usahakan shampoo tidak masuk ke mata. Setelah merata, sikat  dan bersihkan bagian-bagian yang sakit dengan sikat gigi. Hati-hati bila menyikat bagian yang luka. Pastikan shampoo berada di tubuh selama 5-7 menit agar kutu, jamur dan bakteri  penyebab penyakit mati terkena shampoo obat.

Bilas seluruh tubuh kucing dengan air hingga bersih. Periksa kembali bagian-bagian yang sakit. Pemberian shampo diulang sekali lagi, sambil membersihkan/menyikat kembali bagian-bagian yang sakit. Ratakan shampoo dan biarkan kembali 5-7 menit, kemudian dibilas sampai bersih.

Keringkan kucing dengan handuk, kemudian keringkan kucing dengan pengering rambut (hairdryer) sambil disisir. Penyisiran bertujuan menghilangkan rambut yang rontok dan mempercepat pengeringan rambut.

Pastikan bulu dan seluruh tubuh kucing kering sampai ke kulit, terutama di daerah dengan bulu tebal dan yang agak sulit seperti daerah perut, kaki belakang, daerah diantara kaki belakang, pangkal ekor dan telapak kaki.

Pengeringan yang tidak sempurna akan menciptakan lingkungan dan kelembaban yang cocok bagi tumbuhnya jamur.

Cara Membersihkan/Menyikat Gigi Kucing

  • Pilih waktu & tempat yang tepat
    Cari waktu & tempat rutin dimana anda dan kucing merasa tenang dan nyaman untuk melakukan ritual pembersihan gigi.
  • Siapkan alat & bahan
    Yang paling penting adalah pasta gigi/gel yang digunakan untuk membersihkan gigi. Pasta gigi/gel ini bisa didapat di petshop-petshop, cari yang tidak pedas/rasa mint yang tidak berlebihan dan aman bila ditelan. Lebih baik lagi pasta gigi dengan rasa makanan.

Sikat gigi untuk kucing bermacam-macam jenis dan merknya mulai dari yang ditempelkan di ujung jari hingga yang terdiri dari 3 sisi sikat (bisa menyikat permukaan gigi bagian luar, dalam dan atas sekaligus). Menggunakan lap/kain kasar yang dijahit/dibentuk agar menyerupai “sarung” untuk jari telunjuk pun cukup.

sikat gigi model jari

  • Biasakan kucing dengan proses membersihkan gigi.
    Tidak setiap kucing menikmati giginya dibersihkan, apalagi yang baru pertama kali dibersihkan. Kucing yang dari kecil sudah terbiasa giginya dibersihkan biasanya menikmati proses pembersihan ini. Bahkan mereka merasa tidak nyaman bila giginya tidak dibersihkan.

    biasakan mulutnya dibuka.
    Tekan ujung kedua sudut mulut dengan jari tengah dan jempol. Tangan satunya membuka/menarik ujung depan rahang bawah. Biasakan kucing dengan proses ini sekaligus membiasakan anda dengan teknik tersebut.
    Atau bisa juga dengan cara langsung membuka pipi dari samping, tanpa harus membuka rahang.

biasakan pasta gigi/gel & sentuhan jari pada gigi/gusi.
Oleskan pasta gigi/gel keseluruh permukaan gigi dan perbatasan gigi-gusi, sambil memijat-mijat bagian tersebut dengan jari.

biasakan dengan sentuhan sikat gigi.
Setelah terbiasa dengan pasta gigi/gel dan sentuhan jari pada gigi/gusi, baru diperkenalkan dengan sikat gigi. Setelah dioleskan pasta gigi/gel, sikat gigi dengan gerakan sirkular/memutar.

Pada awalnya tidak perlu seluruh gigi disikat, cukup gigi taring dan 1-2 gigi disampingnya. Proses ini perlu dilakukan setiap hari agar terbiasa. Hari berikutnya, setelah lebih terbiasa jumlah gigi yang dibersihkan bisa ditambah hingga seluruh gigi bisa dibersihkan.

 

 

  • Hentikan proses menyikat gigi ketika kucing masih menikmatinya. Setelah terbiasa diperlukan sekitar 30 detik untuk membersihkan gigi di bagian samping. Anda tidak perlu terlalu merisaukan kebersihan sisi gigi bagian dalam. Sekali-sekali bagian dalam memang perlu dibersihkan. Pembentukan karang gigi pada sisi bagian dalam jauh lebih lambat dari sisi luar.
  • Hentikan segera proses pembersihan gigi bila kucing mulai terlihat stress. Bila dipaksa, berikutnya kucing akan lebih susah di kendalikan. Berikan penghargaan berupa pujian, belaian atau bahkan makanan kesukaannya bila kucing berlaku baik pada saat pembersihan gigi.
  • Pada awalnya proses pembersihan gigi bisa membuat anda & kucing stress. Setelah terbiasa, proses tersebut menjadi hal yang menyenangkan. Selamat menyikat gigi !

Mengapa Anak Kucing Sebaiknya Harus Divaksin Ulang

Perlukah kucing divaksin ? tentu perlu….dengan segala kontroversinya masih lebih baik divaksin daripada tidak sama sekali.
Sesuai dengan panduan/anjuran pada artikel  Jadwal Vaksinasi Kucing, memang disarankan sbb:

  • kucing kecil umur kurang dari 6 bulan divaksin tricat 2 kali dengan jarak sekitar 1 bulan. Ini adalah anjuran minimal. Berdasarkan kondisi beberapa tahun belakangan, menurut pendapat pribadi saya, kelihatannya untuk kucing  umur 6 bulan – 1 tahun yang baru pertama kali vaksin, vaksin sekali saja tidak cukup, perlu diulang/booster.
  • untuk kucing umur lebih dari 1 tahun yang belum pernah divaksin sama sekali, vaksin tricat/tetracat 1 tahun sekali saja cukup, tidak perlu booster sebulan kemudian.
  • untuk kurang dari 1 tahun yang belum pernah divaksin rabies, bisa di vaksin rabies minimal setelah berumur 4 bulan, setelah vaksin tricat pertama dan kedua diberikan. Saya pribadi lebih suka memberikan vaksin rabies pada kucing setelah umur 6-7 bulan. Untuk daerah-daerah yang endemik rabies atau sedang wabah rabies seperti Bali, dll, hal ini tidak dianjurkan. Sebaiknya segera berikan vaksin rabies bila memungkinkan.

Beberapa waktu ke depan kita akan membahas beberapa pertanyaan berikut :

    1. kenapa anak kucing umur kurang dari 6 bulan (<1 tahun) perlu divaksin ulang dengan jarak sekitar 1 bulan ?
    2. bolehkah vaksin ulangan/booster ke dua diberikan lebih dari 1 bulan sejak vaksin pertama ?
    3. kenapa kucing dewasa cuma perlu vaksinasi 1 tahun sekali ?
    4. 3 minggu lalu kucing saya sudah vaksin, kok sekarang bisa sakit ?
    5. mengapa saya tidak memberikan vaksin rabies sekaligus dengan vaksin lain pada kucing/anjing yang baru pertama kali vaksin rabies ?

Mau tau jawabannya ?…. terus baca sampai selesai….jangan bosen atau pusing ya….🙂

1. Kenapa anak kucing umur kurang dari 6 bulan (<1 tahun) perlu divaksin ulang dengan jarak sekitar 1 bulan ?

Sebagai pemilik kucing, tentunya kita penasaran apa sih yang terjadi dengan kesehatan, kekebalan atau antibodi kucing setelah vaksinasi ? grafik di bawah ini bisa membantu menggambarkan apa yang terjadi.
Garis merah pada grafik di atas memberikan gambaran tingkat kekebalan kucing  anakan (umur kurang dari 6 bln) yang baru pertama kali di vaksin. Setelah divaksin, antibodi tidak dengan segera
terbentuk dalam tubuh kucing. Pada kucing yang sehat, baru mulai terjadi peningkatan jumlah antibodi  2-4 minggu setelah vaksinasi. Puncaknya terjadi beberapa minggu setelah kenaikan dimulai, setelah itu akan berkurang perlahan-lahan. Tetapi, meskipun telah mencapai puncak, jumlah/titer antibodi yang dihasilkan biasanya belum cukup untuk melindungi kucing dari penyakit. Oleh karena itu perlu vaksin booster/ ulangan sekitar 1 bulan setelah vaksin pertama. Gambaran apa yang terjadi setelah booster diberikan, bisa terlihat pada grafik berikut.
Garis merah menggambarkan antibodi/kekebalan yang terbentuk setelah vaksin pertama. Garis merah putus-putus memperlihatkan apa yang terjadi dengan jumlah antibodi, bila anak kucing tidak di vaksin ulang. Garis biru menunjukkan jumlah kekebalan setelah anak kucing diberi vaksinasi ulang. Vaksin kedua/ulangan sering disebut booster, sesuai namanya booster memang menyebabkan jumlah antibodi menjadi lebih banyak dalam waktu yang relatif lebih cepat daripada vaksin pertama.

Antibodi yang terbentuk setelah vaksin kedua biasanya cukup untuk melindungi kucing dari penyakit. Setelah mencapai puncak, biasanya secara perlahan-lahan jumlah antibodi akan berkurang. Waktu berkurangnya antibodi yang dihasilkan setelah vaksin ulangan biasanya jauh lebih lama daripada vaksin pertama.

Ada 2 alasan utama mengapa anak kucing perlu divaksin dua kali/ booster :
– sistem kekebalan aktif (yang berasal dari tubuh sendiri) belum kuat, sehingga antibodi yag dihasilkan dari vaksin pertama biasanya jumlahnya belum cukup.
– anak kucing masih mempunyai kekebalan pasif (antibodi maternal) yang berasal dari induk.

 

Kekebalan pasif/antibodi materna pada anak kucing  berasal dari induk kucing. Antibodi  tersebut  dipindahkan ke anak kucing melalui susu. Antibodi paling banyak terdapat pada kolostrum/susu awal. Kolostrum ini biasanya cuma ada pada hari 1-2 setelah melahirkan/mulai menyusui. Kekebalan yang berasal  dari induk ini lama-kelamaan akan semakin berkurang karena :

  • jumlah antibodi dalam susu juga semakin berkurang
  • anak kucing mulai  berhenti menyusu karena memasuki masa sapih.

grafik di atas menggambarkan penurunan jumlah antibodi & kekebalan pasif anak kucing yang berasal dari induknya. :
a. penurunan drastis mulai terjadi sekitar umur 1.5-2 bulan karena anak mulai berhenti menyusu pada induknya
b. sekitar 1 bulan sejak sapih jumlah antibodi materna tinggal sedikit
c. antibodi materna sangat sedikit, setelah beberapa bulan berhenti menyusu.

Tahap a,b dan c adalah tahap rentan bagi anak kucing karena kekebalan pasif yang berasal dari induk mulai berkurang dan mulai digantikan dengan kekebalan aktif yang berasal dari tubuh sendiri. Pada tahap ini pula vaksinasi sebaiknya diberikan agar kekebalan aktif bisa segera bertugas.

Kekebalan Pasif/Antibodi Materna Vs Vaksin

Antibodi materna adalah salah satu penyebab vaksin pada anak kucing harus diulang. Vaksin pada kucing biasanya berupa virus yang dilemahkan/mati atau bagian dari virus yang bisa merangsang pembentukan zat kekebalan/antibodi. Oleh karena itu vaksin sebaiknya hanya diberikan pada kucing yang sehat. Bila kucing divaksinasi pada saat antibodi materna masih banyak, efektivitas vaksin akan berkurang karena sebagian vaksin dinetralkan oleh antibodi materna. Oleh  karena itu vaksin harus diulang pada saat antibodi materna telah berkurang lebih banyak lagi.

Kalau begitu kenapa vaksinasi tidak diberikan pada saat antibodi materna telah habis  saja, biar lebih hemat ? Vaksinasi adalah tindakan pencegahan bukan pengobatan. Kita  berusaha memperkecil resiko kucing terkena penyakit menular & mematikan dengan cara sedini mungkin melatih sistem kekebalan tubuh kucing  melalui vaksinasi. Para Dokter  Hewan cuma memberi rekomendasi dan anjuran, keputusan vaksinasi atau tidak, tetap ada di tangan pemilik kucing🙂.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s