Indonesia Surga Segala Jenis Burung

Posted: April 30, 2012 in Berita Hewan

1. Elang Bondol


Kita yang tinggal di Jakarta dan sudah pernah naik bis TransJakarta, mungkin melihat gambar burung di badan bis ? Gambar burung Transjakarta itu adalah gambar Elang Bondol, burung yang menjadi maskot Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Elang Bondol bernama latin Haliastur Indus, berbadan sedang sekitar 45 cm, berwarna putih dan coklat pirang, dan bisa terbang sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut. Elang bondol sebenarnya adalah burung migran atau burung yang terbang melintasi benua dan lautan. Mereka bisa berada di Australia, India, Cina Selatan, dan Filipina. Tetapi Jakarta menjadi tempat persinggahan tetap bagi elang Bondol. Burung-burung ini ada di Cagar Alam laut di Pulau Rambut, Kepulauan Seribu. Sayangnya Elang Bondol makin lama populasinya semakin berkurang.

2. Kuau Raja

Kuau Raja suaranya seperti meledak-ledak dengan bunyi ” Ku.. wau.” Karena itulah disebut burung Kuau raja. Mereka tersebar di Sumatra dan Kalimantan, dan menjadi maskot propinsi Sumatra Barat. Meski Kuau Raja yang jantan bisa memamerkan bulu sayapnya dan ekornya seperti kipas yang indah di depan betina, burung ini bukanlah murung Merak. Mereka terbang dalam jarak pendek, tetapi kemampuan berlarinya sangat cepat. Sayangnya, jumlah Kuau Raja semakin sedikit karena lahan hutan semakin berkurang.

3. Kepodang Emas

Burung Kepodang menyebarnya dari India ke Asia Tenggara termasuk ke Indonesia dan Filipina. Di Indonesia ada di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Di Jawa dan Bali disebutnya burung kepodan emas. Burung ini menjadi maskot propinsi Jawa Tengah. Sebagai burung yang cantik dan dan pesolek, bulu kepodang sangat indah dan berwarna keemasan, dan rapi dalam membuat sarangnya. Kicauannya pun merdu.

4. Nuri Raja ambon

Burung ini disebut juga Nuri Raja saja. Nama latinnya Alisterus amboinensis. Bulunya berwarna indah, dengan kepala dan tubuh bagian bawah berwarna merah. Nuri Raja Ambon menjadi burung khas dari Maluku. Panjang tubuhnya sekitar 35 cm, dan ekornya panjang.

5. Serindit Melayu

Burung ini terbilang mungil dengan panjang sekitar 12 cm, bulunya berwarna hijau dan ada warna merah pada ekornya. Pada kepala Serindit jantan terdapat seperti bercak berwarna biru, dan di tenggorokannya berwarna merah. Burung betina lebih kusam dibanding yang jantan. Burung bernama latin Loriculus Galgulus ini tersebar di negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tetapi burung Serindit Melayu menjadi maskot propinsi Riau. Kebiasaan burung Serindit Melayu, lebih aktif memanjat dan berjalan daripada terbang. Kalau sedang istirahat, mereka suka menggantungkan badannya ke bawah dengan menjepit paruhnya di pohon.

6. Perkutut

Burung Perkutut masih bersaudara dengan burung Tekukur, burung Puter, dan burung Merpati. Perkutut berukuran kecil, berwarna abu-abu. Suaranya yang indah dan bagus, membuat perkutut disukai banyak orang. Sejak zaman dulu burung perkutut sudah dikenal masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa. Perkutut menjadi maskot propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Burung perkutut hidup berkelompok di daerah yang banyak rerumputan. Mereka senang makan biji-bijian yang berasal dari rerumputan seperti jewawut, gabah kecil, dan biji-bijian lainnya.

7. Jalak Bali

Sesuai dengan namanya, burung ini menjadi maskot propinsi Bali. Ukuran badannya sedang, panjang sekitar 25 cm. Bulunya putih kecuali pada ujung ekor dan sayapnya berwarna hitam. Jalak Bali termasuk hewan langka dan dilindungi karena jumlahnya semakin sedikit dan terancam punah. Burung ini hanya ada di bagian barat Pulau Bali. Penampilan burung Jalak Bali memang menarik, sehingga banyak orang yang ingin memeliharanya. Jambul di kepalanya begitu indah. Matanya berwarna coklat tua dan kelopaknya berwarna biru tua. Mereka berkembang biak di musim hujan, antara bulan November sampai bulan Mei.

8. Beo Nias


Sesuai dengan namanya, burung beo ini berasal dari Nias. Beo Nias menjadi maskot propinsi Sumatra Utara. Ukuran badannya sedang, dengan panjang badan 40 cm. Paruhnya runcing berwarna kuning-orange. Bulu-bulunya hitam pekat, di sayapnya berbulu putih. Kakinya kuning, dan jari-jarinya berjumlah empat. Beo Nias termasuk hewan langka yang dilindungi. Dia bersuara nyaring dan pintar menirukan berbagai suara. Burung betinanya cuma bertelur dua sampai tiga butir sekali bertelur. Sedikit sekali ya ? Apalagi tidak semua telur menetas. Habitatnya ada di hutan-hutan yang dekat dengan perkampungan penduduk. Populasinya makin sedikit, meski masih ada di Pulau Nias, Pulau Babi, Pulau Tuangku, Pulau Simo, dan Pulau Bangkaru.

9. Burung Cendrawasih

Burung-burung Cendrawasih banyak terdapat di wilayah Timur Indonesia, seperti di Papua dan Australia timur. Cendrawasih banyak macamnya, dan semuanya tergolong burung langka yang elok. Cendrawasih merah adalah burung yang menjadi maskot Papua Barat, hanya ada di Pulau Waigeo, dan Batanta di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s